liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

2 Sastrawan Yogyakarta Residensi ke Chili

2 Sastrawan Yogyakarta Residensi ke Chili


Jakarta

Dua sastrawan asal Yogyakarta, Afnan Malay dan FX Rudy Gunawan, saat ini menjalani program residensi di Santiago, Chili. Mereka berangkat ke salah satu negara Amerika Latin atas undangan Felipe Hernandez, presiden Fundacion Jovenes Cambianda el Mundo (Youth Changing the World Foundation) sejak akhir November.

Program residensi selama sebulan hingga 3 Januari 2023 ini sukses di dunia sastra dan budaya.

“Selama ini kolaborasi di tingkat global belum banyak, sebagai bentuk diplomasi budaya dan sebagai upaya memperluas jaringan untuk menghasilkan karya kolaboratif,” kata FX Rudy Gunawan dalam keterangan yang diterima detik.com.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Nantinya, setelah menjalani program residensi, mereka akan menerbitkan antologi puisi bersama sejumlah penyair dari Indonesia dan Chile dalam dua bahasa, Indonesia dan Spanyol.

“Ini momen berharga dan mungkin antologi pertama dalam sejarah sastra kita,” lanjut Rudy Gunawan dari FX.

Selama residensi, keduanya akan mengikuti beberapa acara. Diantaranya adalah pertemuan antara penulis Chili Elizabeth Manosalva Vega dengan anggota Asosiasi Penulis Chili (Asociacion Escritores Chile) dan membahas program kerjasama pertama termasuk rencana untuk mempublikasikan hasil kerjasama tersebut.

Mereka juga akan mengunjungi museum pemenang Hadiah Nobel Pablo Neruda di Santiago dan Isla Negra. Kemudian, studi banding ke Pusat Kebudayaan Gabriela Mistral yang juga peraih Nobel Sastra.

Kedua sastrawan yang bersahabat sejak menjadi mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini memulai beberapa kegiatan seni budaya dan menerbitkan buku. Misalnya ensiklopedia Jawa Tengah, Gagasan Festival Budaya Tanpa Batas dan Kewirausahaan.

Mereka juga sebelumnya telah menerbitkan buku antologi puisi berjudul To Kill the Invisible Killer yang diterbitkan KPG pada Juni 2020.

Tonton Video “Ibu Chelsea Islan Memuji Rob Clinton”.
[Gambas:Video 20detik]
(teh/dar)