liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

5 Jurus Jitu BUMN Percepat Transisi Energi RI

5 Jurus Jitu BUMN Percepat Transisi Energi RI

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong badan usaha untuk mempercepat transisi energi di dalam negeri.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Pahala Nugraha Mansury mengatakan, pihaknya menyiapkan lima strategi untuk mempercepat transisi energi ini.

Dia mengatakan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Pahala mengungkapkan pengembangan EBT tidak hanya dilakukan terkait kelistrikan, tetapi juga di sektor lain seperti biomassa dan biofuel.

“Pertama tentu terkait dengan pengembangan energi baru dan energi terbarukan itu sendiri. Pengembangan energi baru baru tidak hanya terkait dengan ketenagalistrikan, tetapi juga dengan sektor lain, misalnya pengembangan panas bumi (geothermal). biomassa kedua, kemudian juga biofuel,” ujarnya dalam program Pojok Energi CNBC Indonesia, Senin (5/12/2022).

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah mempercepat masa pensiun dini pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU).

Imbalan masuknya investor baru untuk membangun PLTU cukup tinggi. Namun, persoalannya, menurut Pahala, adalah bagaimana mendapatkan pembiayaan campuran, terutama utang, untuk mempercepat masa pensiun PLTU tersebut.

“Yang kedua adalah bagaimana kita mempercepat atau mempercepat pensiun dini beberapa pembangkit listrik berbasis batu bara. Ini banyak dibahas dalam diskusi G20, kita juga punya rencana untuk melakukan ini. Tahun 2022 kita sudah melakukan inisiatif seperti pasar. Kedengarannya,” katanya.

Langkah selanjutnya adalah mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Pahala mengatakan percepatan EV dapat dilakukan dengan mengembangkan baterai, mengembangkan kendaraan, serta membangun infrastruktur untuk meningkatkan ekosistem EV di dalam negeri.

“Yang ketiga adalah percepatan ekosistem EV atau kendaraan listrik itu sendiri, baik pengembangan baterai maupun pengembangan mobil itu sendiri, serta infrastruktur untuk mendorong ekosistem EV ke depan,” ujarnya.

Kemudian strategi selanjutnya, kata Pahala, mempercepat transisi energi dengan mengembangkan pasar karbon. Selanjutnya dengan melakukan pembubaran alam, mengingat Indonesia kaya akan alam untuk mengembangkan pembubaran alam.

“Keempat, bagaimana kita mengembangkan pasar karbon. Dan kelima, bagaimana kita melakukan likuidasi alam atau Indonesia juga memiliki hutan yang luas dan kekayaan keragaman kekayaan alam kita cukup tinggi. Ini bisa menjadi sumber pengembangan pembubaran alami untuk dapat menghasilkan kredit offset karbon di masa depan,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia bisa menjadi “raja” baterai kendaraan listrik.

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia memiliki kekuatan untuk membangun ekosistem pabrik baterai kendaraan listrik yang terintegrasi. Pasalnya, Indonesia memiliki sumber daya bahan baku untuk membuat baterai dan kendaraan listrik sendiri, antara lain nikel, tembaga, bauksit, dan timah.

Hal itu disampaikan Presiden saat meresmikan Rapat Pimpinan Nasional KADIN Indonesia Tahun 2022, Jumat (12/02/2022).

Hal itu diungkapkan Jokowi saat bercerita bahwa tiga delegasi besar internasional mendatanginya dan menanyakan rencana transisi energi dan transformasi digital. Salah satu pertanyaan yang diajukan delegasi adalah program baterai kendaraan listrik.

“Tanyakan juga program EV battery kita. Ini kekuatan yang harus kita sadari. Jadi beberapa kali saya bilang yang kita bangun itu ekosistem besar, bukan proyek kecil. Oh, ada proyek di Morowali, di Batang, di mana kita ingin membangun ekosistem yang besar, misalnya ekosistem baterai EV untuk mobil listrik dan untuk sepeda motor listrik,” ujarnya saat meresmikan Rapimnas Kadin 2022, Jumat (12/02/2022).

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

PTBA Bakal Ambil Alih PLTU PLN, Ini Kata Erick Thohir

(wow)