liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Alamak! Inflasi Tetangga RI Ini Tembus Rekor 33 Tahun

Alamak! Inflasi Tetangga RI Ini Tembus Rekor 33 Tahun

Jakarta, CNBC Indonesia – Inflasi Australia dilaporkan mencapai rekor tertinggi dalam 33 tahun. Hal itu terungkap dari rilis Biro Statistik Australia pada Rabu (25/1/2023).

Dalam data ini, tingkat inflasi tahunan tahunan di Australia meningkat menjadi 7,8% pada kuartal keempat tahun 2022 (Q4 2022). Ini lebih tinggi dari 7,3% di Q3 dan juga melebihi perkiraan pasar yang memperkirakan inflasi sebesar 7,5%.

“Ini merupakan angka tertinggi sejak Q1 1990, didorong oleh kenaikan harga pangan, bahan bakar otomotif dan pembangunan perumahan baru,” tulis pernyataan dari Trading Economics.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Secara rinci, ada beberapa indikator yang menyebabkan kenaikan tersebut. Itu adalah kenaikan harga makanan, perumahan, alkohol dan tembakau, furnitur, rekreasi, perawatan kesehatan, dan jasa keuangan.

Untuk pangan, harga pangan mencatat kenaikan hingga 9,2%. Ini adalah yang tertinggi sejak Q3 2006. Kemudian, perumahan mencatat peningkatan sebesar 10,7%, alkohol & tembakau 4,4%, furnitur 8,4%, rekreasi 9%, kesehatan 3,8%, dan jasa keuangan melonjak hingga 5%.

Sementara itu, secara triwulanan, harga konsumen naik 1,9% di Q4 2022 setelah naik 1,8% di Q3 2022. Secara yoy, Indeks Harga Konsumen juga naik 6,9%, di luar titik tengah target bank sentral sebesar 2-3%.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Tetangga RI Alami Inflasi ‘Menakutkan’, Kubis & Salad Rp 120.000

(sef/sef)