liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

AS Klaim Xi Jinping Ogah Pakai Vaksin Barat Jinakkan Covid-19 China

Kabar penolakan vaksin muncul ketika Xi Jinping menghadapi tekanan kasus Covid-19 yang meningkat di China meski lockdown Covid-19 tetap diterapkan secara ketat.


Jakarta, CNNIndonesia

Presiden Xi Jinping Cina disebut menolak untuk menerima vaksin Covid-19 dari Amerika Serikat dan negara Barat lainnya. Demikian disampaikan Direktur Intelijen Nasional AS Avril Haines pada Sabtu (12/4).

Kabar penolakan ini datang saat Xi Jinping terus menghadapi tekanan atas meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di China, meski kebijakan penutupan nol Covid-19 tetap diterapkan secara ketat sehingga memicu demonstrasi.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“[Xi] tidak mau mengambil vaksin yang lebih baik dari Barat, dan malah mengandalkan vaksin dari China yang tidak seefektif melawan Omicron,” kata Haines di Forum Pertahanan Nasional Reagan di California, Sabtu (12/3).

Haines percaya bahwa keputusan Xi bukanlah ancaman bagi stabilitas keamanan dunia. Namun, ini lebih terkait dengan posisi Xi yang terus menghadapi protes di Tanah Air terkait penanganan Covid-19.

“Bagaimana perkembangannya akan menjadi penting untuk posisi Xi,” katanya seperti dikutip Channel NewsAsia.

[Gambas:Video CNN]

Selama ini China belum menggunakan vaksin impor, termasuk vaksin produksi Barat. Mereka mengandalkan vaksin produksi dalam negeri meski menurut beberapa penelitian, vaksin tidak seefektif vaksin buatan AS C.

Sementara itu, China masih menerapkan pembatasan ketat mengikuti kebijakan nol Covid-19 ketika sebagian besar negara di dunia telah memasuki fase normal baru dan mencabut sebagian besar pembatasan terkait wabah tersebut.

Demonstrasi terjadi di berbagai kota besar dari Urumqi, Xinjiang, hingga Beijing dan Shanghai. Sebagian besar pengunjuk rasa menuntut agar pemerintah melonggarkan kebijakan lockdown yang semakin membuat frustrasi penduduk.

Namun, para ahli mengatakan tindakan pencegahan mitigasi akan membawa risiko yang signifikan.

Tuntutan para pengunjuk rasa meluas hingga menuntut Xi Jinping mundur dari kursi kepresidenan.

Sementara itu, Gedung Putih memastikan China tidak meminta vaksin dari AS.

“Tampaknya sangat tidak masuk akal bahwa China akan mengaktifkan vaksin Barat pada saat ini. Ini masalah kebanggaan nasional, dan mereka harus menelan banyak biaya jika menempuh jalan ini,” kata seorang pejabat AS.

(rds/rds)

[Gambas:Video CNN]