liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Aset Bakrie Telecom Naik 148%, ‘Nyawa’ Kedelapan Grup Bakrie?

Aset Bakrie Telecom Naik 148%, 'Nyawa' Kedelapan Grup Bakrie?

Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan telekomunikasi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mengalami peningkatan aset yang sangat signifikan. Hal itu terlihat berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (25/11/2022).

Dalam laporan keuangan konsolidasian interim periode 30 September 2022 (tidak diaudit) aset BTEL tercatat sebesar Rp51,5 miliar atau naik 148% dibandingkan total aset periode 31 Desember 2021 sebesar Rp20,7 miliar.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Kenaikan ini disebabkan beberapa kenaikan terutama pada piutang, persediaan dan uang muka proyek-proyek yang dikerjakan oleh anak perusahaan perseroan,” kata Purwoko Suatmadji, Sekretaris Perusahaan BTEL.

BTEL sendiri dulu terkenal dengan Esia-nya yang berkembang pesat berkat ponsel murah yang dibawanya. Di sisi lain, saham BTEL sendiri selama ini berada di harga Rp 50 per saham, dan telah dikunci oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bakrie Telecom, melalui pemaparannya sebelumnya, menyatakan beberapa unit bisnis akan menjadi motor penggerak pertumbuhan kinerja ke depan.

Diantaranya, PT Jasa Prima Digital (LPD) yang memiliki kegiatan usaha dalam penyediaan solusi komunikasi menyasar pasar korporat. LPD mengembangkan produk solusi komunikasi dengan layanan komunikasi berbasis teknologi artificial intelligence (AI).

Pertumbuhan perusahaan juga didorong melalui anak usahanya, PT Inovasi Teknologi Nusantara (ITN), yang fokus pada kegiatan bisnis solusi teknologi informasi (TI). ITN juga menyediakan tenaga ahli (expert) di bidang IT untuk berbagai sektor korporasi.

Saat ini, ITN telah bekerjasama dalam penyediaan teknologi berbasis Internet of Things (IOT) dan alat pelengkap untuk industri transportasi listrik (electric vehicle) dan industri pertambangan.

Bakrie Telecom juga memiliki PT Cakra Andalas Facility (CAF) yang bergerak di bidang penyediaan dan pengelolaan infrastruktur dengan fokus pada industri penyiaran. Seiring dengan deregulasi industri penyiaran dari analog ke digital, peluang bisnis CAF sangat potensial di masa depan.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Saham Grup Bakrie Kuat Bersama, Ada Apa?

(ha ha)