liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Bos SM Entertainment Ungkap Jurus agar Artisnya Bebas Stress

Bos SM Entertainment Ungkap Jurus agar Artisnya Bebas Stress

Jakarta, CNBC Indonesia – Salah satu agensi di Korea Selatan (Korsel), SM Entertainment mengakui bahwa kesehatan mental merupakan isu yang kerap dihadapi selebritis di industri hiburan. Karena itu, pendiri SM Entertainment, Soo-man Lee mengungkapkan bahwa agensi yang didirikannya sejak 1995 itu menjadikan masalah kesehatan mental sebagai fokus utama perusahaannya.

“SM Entertainment menghubungkan mereka (artis SM Entertainment) dengan konselor dan dokter sehingga mereka bisa mendapatkan pertolongan saat dibutuhkan,” kata Lee kepada CNBC Make it, dikutip Senin (5/12/2022).

“Kami belajar bahwa ini sangat penting [untuk diperhatikan],” lanjutnya menekankan sikap SM Entertainment terhadap kesehatan mental.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Diketahui, di balik kepopuleran artis K-pop sebenarnya ada beberapa masalah kesehatan mental yang cukup serius. Bahkan, dalam kasus ekstrim, beberapa artis memutuskan untuk bunuh diri karena depresi yang berkepanjangan.

Ada beberapa faktor yang memicu hadirnya masalah kesehatan mental di kalangan artis K-pop, salah satunya adalah tuntutan untuk tampil ‘sempurna’ di hadapan penggemarnya termasuk penampilan fisik. Selain itu, orang Korea Selatan menerapkan standar kecantikan mereka sendiri yang harus dipenuhi oleh idola mereka, seperti kulit cerah, wajah mulus, wajah langsing dengan dagu berbentuk V, tubuh langsing, dll.

Selain penampilan fisik, mereka juga dituntut untuk tampil sempurna di atas panggung. Sebelum melakukan debut, calon artis K-Pop harus berlatih selama bertahun-tahun. Selama pelatihan, mereka disebut sebagai peserta pelatihan.

Jadwal latihan yang padat tanpa istirahat yang cukup, ekspektasi yang tinggi dari agensi, hingga persaingan yang ketat antar trainee menjadi santapan para calon idol setiap hari, meski belum tentu debut di masa depan.

Tak hanya itu, lapor Korea Boo, sebelum menuai somasi dari artis, tak sedikit agensi yang meminta trainee mereka untuk menandatangani kontrak kerja yang dikenal dengan ‘slave contract’. ‘Slave contract’ adalah kontrak kerja yang dikatakan membatasi kebebasan trainee sebelum debut.

Setelah debut, artis K-Pop masih belum bisa menikmati hidup dengan tenang. Sebagai figur publik, mereka harus siap membatasi kehidupan sosialnya. Selain itu, jika melakukan kesalahan kecil, artis K-Pop juga harus siap menerima komentar pedas dari netizen atau pengamat K-Pop. Oleh karena itu, mereka pun tampak kesulitan untuk menjadi dirinya sendiri.

Dikutip dari Korea Herald, psikiater di Asan Medical Center, Kim Byung-soo mengungkapkan bahwa salah satu penyebab depresi artis K-Pop adalah keadaan emosi yang tidak stabil dan pemisahan identitas.

“Studi psikologis telah menunjukkan bahwa selebritas yang terlibat dalam aktivitas kreatif dan artistik memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami depresi daripada rata-rata orang. Orang-orang dalam profesi seperti itu lebih rentan terhadap perubahan suasana hati dan penggunaan emosi daripada yang lain, elemen yang terkait dengan depresi, ” jelas Kim, dikutip dari Korea Herald, Senin (5/11/2022).

Kim mengatakan, sebagian besar artis K-Pop mengalami kepribadian ganda yang terbagi menjadi identitas sosial dan identitas nyata. Mereka juga lebih mungkin mengalami depresi karena isolasi dan kesepian. Para idol kesulitan membangun hubungan personal dengan orang lain karena menganggap dirinya disukai hanya karena penampilan fisik dan profesinya.

Jadi, jangan heran jika banyak kasus artis Korea Selatan yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Pasalnya, di balik kecemerlangan mereka di atas panggung, banyak sisi gelap yang menghantui mereka.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Artis K-Pop Dengan Album Terlaris, Idola Anda?

(hsy/hsy)