liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Bupati Lumajang Tetapkan Masa Tanggap Darurat Erupsi Semeru 14 Hari

Bupati Lumajang Thoriqul Haq menetapkan masa tanggap darurat bencana Awan Panas Guguran (APG) atau erupsi Gunung Semeru selama 14 hari mulai Minggu (4/12).


Lumajang, CNN Indonesia

Bupati Lumajang Thoriqul Haq menentukan durasi tanggap darurat bencana Awan Panas (APG) atau erupsi Gunung Semeru selama 14 hari mulai Minggu (12/4).

“Penanganan darurat sudah dilakukan selama 14 hari sejak hari ini. Saya akan segera menandatangani surat keputusan Bupati,” kata Thoriqul Haq di Pos Pengungsi Kampung Penanggal, Minggu.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Thoriq mengingatkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga menaikkan status Gunung Semeru menjadi Awas atau level IV.

Karena itu, masyarakat yang berada di zona merah diminta mengosongkan tempat dan pindah ke posko pengungsian.

“Sejalan dengan status siaga Gunung Semeru, saya perintahkan kepada seluruh OPD sesuai tugas dan fungsinya untuk mempersatukan para pengungsi agar bisa mengintervensi karena tersebar di beberapa tempat dan penyebarannya lebih luas,” ujarnya.

Mengenai jumlah korban, kata Thoriq, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan jumlahnya. Mereka juga tidak menerima laporan dari masyarakat tentang anggota keluarga yang hilang.

“Kami belum menerima laporan dari korban. Hanya beberapa perawatan yang perlu ditangani oleh tim medis, sebelumnya ada bayi berusia beberapa bulan, namun sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas,” katanya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim melaporkan telah memfasilitasi lebih dari 2.000 warga yang kehilangan tempat tinggal.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur (Kalaksa), Gatot Soebroto menjelaskan, ribuan warga itu tersebar di 12 lokasi pengungsian.

(frd/memiliki)