liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Cerita Suram Kudeta Kerajaan Arab Saudi, Libatkan MBS

Cerita Suram Kudeta Kerajaan Arab Saudi, Libatkan MBS

Jakarta, CNBC Indonesia – Kisah kudeta putra mahkota di Arab Saudi muncul kembali di media. Disebutkan bagaimana Perdana Menteri (PM) dan putra mahkota Mohammed Bin Salman (MBS) memperingatkan putra mahkota sebelumnya Mohammed Bin Nayef.

Dalam sebuah laporan oleh The Guardians, MBS dikatakan mengancam akan memperkosa seluruh keluarga perempuan Nayef jika mereka mencegah pengangkatannya sebagai pewaris takhta Arab Saudi. Maklum, Nayef dan MBS adalah saudara sepupu.

Sebenarnya, Raja Salman menjadikan Nayef sebagai putra mahkota pada 2015. Namun, beberapa tahun kemudian ia dicopot dari jabatan tersebut. Di sinilah laporan kudeta masuk. Nayef sendiri telah ditahan selama lebih dari lima tahun di lokasi yang tidak disebutkan.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Nayef, sekutu dekat dinas intelijen AS, terpaksa mundur sebagai Putra Mahkota Saudi pada 20 Juni 2017. Insiden itu disamakan dengan ‘Ayah baptis, gaya Saudi’,” menurut laporan media baru Inggris, Kamis ( 12/1/2022).

Menurut sumber, cerita bermula saat Nayef dipanggil untuk rapat di istana di Mekkah. Petugas keamanannya diperintahkan untuk menunggu di luar dan semua ponsel disita untuk ‘alasan keamanan’.

Pangeran Nayef dibawa ke sebuah ruangan, di mana dia ditahan selama berjam-jam oleh Turki Al Sheikh, sekutu dekat MBS. Dia mendesak Nayef untuk menandatangani surat pengunduran dirinya dan berjanji setia kepada sepupunya.

Dia awalnya enggan tetapi menyerah pada tekanan setelah ancaman dibuat terhadap keluarganya. Salah satu ancamannya adalah anggota keluarga perempuan tersebut akan diperkosa.

Kemudian, sebuah video muncul di mana MBS mencium tangan Nayef dengan penuh gairah. Nayef mengatakan ini terjadi ketika ada senjata di belakangnya.

Setelah itu, Arab Saudi mengklaim bahwa Nayef disingkirkan karena kecanduan morfin dan kokain. Dia kemudian ditempatkan di bawah tahanan rumah.

Pada 2017, kondisi tahanan rumahnya dilonggarkan tetapi dia tetap dilarang meninggalkan negara itu. Pada 2018 dan 2019, ia diberi kebebasan relatif seperti pergi berburu di pedesaan dan tampil di pernikahan dan pemakaman kerajaan.

Namun pada Maret 2020, peruntungan Nayef berbalik lagi. Petugas menggerebek retretnya di gurun dekat Riyadh dan menahannya bersama beberapa anggota staf.

“Mantan Putra Mahkota digantung di pergelangan kakinya dan disiksa, menyebabkan kerusakan jangka panjang pada kaki bagian bawah dan pergelangan kakinya. Sekarang menyakitkan untuk berbicara,” bunyi laporan sumber itu.

Sumber yang sama mengatakan kepada surat kabar bahwa pada akhir tahun 2020, Nayef dipindahkan kembali ke kompleks istana Yamamah, kediaman Raja Salman, di Riyadh. Dia dipantau setiap saat oleh kamera CCTV, dan tidak diizinkan meninggalkan unit tempat tinggalnya.

Pada 2021, bankir dan pengacara Eropa Nayef dilaporkan telah menerima permintaan pengiriman uang. Meski aset Saudinya disita, Nayef diyakini memiliki aset bernilai miliaran dolar di luar negeri.

Bankir dan pengacara mengabaikan dan menolak permintaan tersebut dengan alasan kemungkinan besar dibuat di bawah tekanan. Bankir di Swiss mengatakan mereka hanya akan menyetujui permintaan tersebut jika dia mengajukannya secara langsung.

ÔÇťAlasan utama Nayef ditahan adalah karena putra mahkota secara keliru percaya bahwa dia adalah ancaman bagi suksesi. Selain mengejar uangnya, MBS berusaha mempermalukan Nayef sehingga sama sekali tidak ada ancaman siapa pun yang melihat mantan putra mahkota sebagai orang yang layak. alternatif,” tambah sumber itu.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Pangeran MBS Bertemu Macron di Paris, Apa yang Terjadi?

(sef/sef)