liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Daerah yang Belum Suntik Mati TV Analog, Kominfo: di Tangan Stasiun TV

Daerah yang Belum Suntik Mati TV Analog, Kominfo: di Tangan Stasiun TV

Jakarta

Injeksi TV analog tidak sepenuhnya dimatikan di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Infokom) menyebutkan bahwa yang mematikan siaran analog adalah stasiun televisi itu sendiri.

Proses pasca konversi televisi analog ke televisi digital atau Matikan Analog (ASO) ini sudah dilakukan dan harus dilaksanakan paling lambat tanggal 2 November 2022.

Migrasi TV analog ke digital Hal tersebut telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran (Postelsiar).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Namun fakta di lapangan dari 225 wilayah penyiaran, ASO hanya diselenggarakan di 132 wilayah penyiaran atau 230 kabupaten/kota, termasuk Jabodetabek. Artinya, ada pekerjaan rumah bagi 93 wilayah penyiaran atau 284 lebih kabupaten/kota yang siaran TV analognya belum dimatikan.

“Ya, masih berjalan, (hanya soal) kesiapan teknis,” kata Plt Direktur Jenderal Administrasi Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail di Jakarta, Selasa (29/ 11/2022). ).

Ismail mengatakan, mematikan siaran analog bukan di tangan pemerintah, melainkan di tangan penyelenggara penyiaran itu sendiri.

“Untuk sesama operator penyiaran, kami persilakan untuk (mematikan siaran televisi analog) karena yang membunuh ASO adalah diri mereka sendiri,” ujarnya.

Ada tiga faktor di mana suatu wilayah dapat dikatakan disiarkan televisi digital sudah on air, yaitu infrastruktur multiplexing, migrasi lembaga penyiaran ke penyiaran digital, dan distribusi set-top box gratis untuk rumah tangga sangat miskin.

Terkait infrastruktur multiplexing, kata Kominfo, sejauh ini LPP TVRI telah membangun 95 jaringan pemancar termasuk 58 lokasi pemancar yang sepenuhnya dibiayai Kominfo. Nantinya, LPS yang menyediakan private multiplexing telah membangun 227 jaringan pemancar. Total ada 322 pemancar jaringan.

Sedangkan untuk lembaga penyiaran, Kominfo mengatakan mereka menjalankan simulcast tetapi perlahan ditutup dan didorong untuk disiarkan sepenuhnya secara digital.

Dan tentang distribusi set-top box gratis Pengelola multipleks juga diminta untuk mendistribusikannya kepada mereka yang tergolong rumah tangga miskin.

Simak Video “Mahfud Md Sampaikan Daftar Stasiun TV yang Masih Bandel Pakai Siaran Analog”
[Gambas:Video 20detik]

(agt/fai)