liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Dishub DKI Angkut Kendaraan Parkir Liar di Sekitar Grand Indonesia

Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengangkut sejumlah kendaraan yang parkir liar di kawasan mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Jakarta, CNN Indonesia

Departemen Perhubungan (Badan Transportasi) DKI Jakarta mengangkut sejumlah kendaraan itu parkir liar di kawasan mal Indonesia itu besarJakarta Pusat.

Parkir liar di kawasan itu sebelumnya di bawah pengawasan.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Dinas Perhubungan Kota Jakarta Pusat bersama aparat TNI-Polri dan Satpol PP menertibkan parkir liar di Jalan Kebon Kacang pada Rabu,” kata Kepala Perhubungan Jakarta Pusat Wildan Anwar saat dihubungi, Kamis (12/8).

Wildan mengatakan, penertiban dilakukan dengan mengangkut kendaraan yang sudah berangkat dan parkir di rambu larangan parkir. Namun, dia tidak merinci jumlah kendaraan yang diangkut pihaknya.

“Penertiban ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pengguna jalan dan bertujuan agar mereka dapat memarkir kendaraannya pada tempat parkir yang tersedia,” ujarnya.

Sebelumnya, pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan meminta Pemda DKI melakukan audit terhadap parkir liar yang menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Tigor mendorong pengkajian Dinas Perhubungan untuk mengatur dan membenahi pengelolaan parkir, karena merupakan sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang signifikan.

Dia menilai, sejauh ini aliran dana parkir liar yang disebut bisa mencapai Rp 500 miliar per tahun tidak jelas. Transparansi pengelolaan uang dipertanyakan.

Tigor juga menegaskan, harga yang diminta tukang parkir liar melebihi alokasi Pemda DKI.

Tigor mencontohkan area parkir liar di Grand Indonesia yang bisa diisi ribuan sepeda motor. Misalnya, 5.000 sepeda motor per hari, pendapatan Rp 50 juta per hari, Rp 1,5 miliar per bulan, dan Rp 18 miliar per tahun.

Sementara itu, Corporate Communications Manager Grand Indonesia, Dinia Widodo mengatakan GI sudah memiliki lahan parkir yang cukup untuk menampung kebutuhan pelanggan dan karyawan, baik untuk mobil maupun motor, sesuai ketentuan.

Ia menjelaskan, GI memiliki 10 tingkat parkir yang mampu menampung lebih dari 4.700 mobil dan lebih dari 1.700 sepeda motor. Area parkir berada di East Mall dan West Mall.

(y/sore)

[Gambas:Video CNN]