liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

G7 Berikan Batasan Harga Minyak ke Rusia, Ampuh?

G7 Berikan Batasan Harga Minyak ke Rusia, Ampuh?

Jakarta, CNBC Indonesia – Batas harga yang diusulkan negara-negara Kelompok Tujuh (G7) sebesar US$65-US$70 per barel untuk minyak Rusia akan berdampak kecil pada pendapatan Moskow.

Menurut lima sumber industri yang mengetahui hal tersebut, Rusia sudah memiliki pembeli lain, yakni beberapa negara Asia seperti China dan India, sehingga batasan harga G70 tidak perlu membingungkan Moskow.

Data dari kementerian keuangan negara itu menunjukkan ekspor minyak dan gas diperkirakan menyumbang 42% dari pendapatan Rusia tahun ini sebesar 11,7 triliun rubel, naik dari 36% atau 9,1 triliun rubel pada 2021.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Tujuan dari pembatasan harga adalah untuk menghilangkan pendapatan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membiayai serangan militer di Ukraina, tanpa menyebabkan gangguan besar pada pasar minyak global yang akan mendorong harga energi lebih tinggi.

Negara-negara G7, termasuk Amerika Serikat, serta seluruh Uni Eropa dan Australia, berencana untuk memberlakukan pembatasan harga pada ekspor minyak Rusia melalui laut pada 5 Desember.

India telah muncul sebagai pembeli minyak Rusia terbesar kedua di China sejak konflik dimulai pada Februari. Penyuling India telah mengganti penyuling di negara-negara yang memberlakukan pembatasan impor minyak mentah Rusia, atau menghindari minyak mentah Rusia untuk menghindari publisitas negatif.

“Beberapa penyulingan India membayar setara dengan diskon sekitar US$25 hingga US$35 per barel untuk patokan internasional minyak mentah Brent untuk minyak mentah Ural Rusia,” kata dua sumber mengutip Reuters. Ural adalah minyak mentah ekspor utama Rusia.

Dengan perdagangan Brent sekitar $85 per barel pada hari Rabu, itu berarti $50-$60 per barel untuk Ural, yang di bawah standar.

Pedoman Departemen Keuangan AS yang diterbitkan pada hari Selasa mengatakan batas akan ditempatkan pada apa yang dikenal sebagai harga Free on Board (FOB), yang tidak termasuk biaya asuransi dan pengiriman. Ini akan menjadi harga jual minyak mentah jika pembeli pergi dan mengambilnya dari Rusia.

Pedoman Departemen Keuangan AS juga tidak mengizinkan pembeli di negara-negara yang telah memberlakukan sanksi impor minyak mentah Rusia, seperti Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa, untuk membeli minyak Rusia bahkan di bawah tingkat harga.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Penampilan Telanjang Sensasional Putin di KTT G7

(RCI/dhf)