liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Habis Jual Gedung Rp 1 Triliun, Ini Sumber Kekayaan Tahir

Habis Jual Gedung Rp 1 Triliun, Ini Sumber Kekayaan Tahir

Jakarta, CNBC Indonesia – Dato Sri Tahir baru saja menjual gedungnya kepada badan usahanya sendiri seharga Rp 1 triliun. Timbul pertanyaan, seberapa kaya Tahir dan dari mana kekayaannya?

Perjalanan Tahir sebagai konglomerat di Indonesia terbilang panjang. Berbagai bisnis perbankan, tekstil hingga otomotif ia geluti sejak awal 1980-an. Salah satu bisnisnya yang terkenal adalah Grup Mayapada, yang bergerak di bidang perbankan dan kesehatan.

Dalam daftar Forbes Billionaire Index Real Time, dikutip Senin (28/11/2022), Tahir menempati posisi orang terkaya ke-7 di Indonesia dengan kekayaan US$ 4,3 miliar.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Tahir yang bernama asli Ang Tjoen Ming lahir di Surabaya, 26 Maret 1952. Ia merupakan anak dari pasangan Ang Boen Ing dan Lie Tjien Lien. Dia berasal dari keluarga miskin, orang tuanya dulu bekerja sebagai penarik becak.

Tahir muda menyelesaikan pendidikan SMA di SMA Kristen Petra Kalianyar di Surabaya, pada tahun 1971. Kemudian ia mendapat beasiswa karena kegigihannya sekolah bisnis di Nanyang Technological University, Singapura. Selama di Singapura, ia aktif membeli barang dan menjualnya kembali di Indonesia.

Selanjutnya, Tahir belajar keuangan di Golden Gates University, California, AS saat berusia 35 tahun. Hal inilah yang membuatnya semakin terjun ke dunia bisnis hingga saat ini.

Saat merintis usaha, Tahir memulai dari bidang pakaian. Kemudian ia memasuki bidang keuangan yang dibuka dengan mendirikan Grup Mayapada pada tahun 1986. Bisnisnya tumbuh lebih cepat dari yang ia bayangkan, hingga mampu bertahan di tengah krisis moneter pada tahun 1998.

Mayapada juga masuk ke pasar saham Bursa Efek Jakarta. Ada alasan unik mengapa Mayapada mampu bertahan saat krisis 1998, hal ini karena Bank Mayapada tidak mengambil kredit dari bank asing sehingga tidak bergantung pada kurs mata uang saat itu.

Ia juga dikenal karena kontribusinya yang sering di bidang kesehatan, pendidikan, dan reformasi hukum. Hal itu terlihat saat ia mencoba menginvestasikan US$200 juta dalam kemitraan dengan Bill and Melinda Gates Foundation.

PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) resmi membeli gedung eks Plaza Bali milik Dato Tahir dan putranya senilai Rp 1 triliun di Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai, Kuta, pada 23 November 2022.

“Transaksi antara Perseroan dengan GGM merupakan transaksi bersama karena Dato’ Sri Prof. DR. Tahir menjabat sebagai pemegang saham pengendali terakhir di Bank Mayapada dan merupakan salah satu pemegang saham di GGM,” tulis manajemen Bank Mayapada dalam keterbukaan informasi. dikutip Senin (28/11).

Pembelian gedung merupakan transaksi gabungan. Pasalnya gedung tersebut dimiliki oleh Dato Tahir dan anaknya, Jonathan Tahir, melalui PT Gatsu Griya Megatama (GGM).
Alasan perusahaan membeli gedung tersebut karena harganya yang cukup ekonomis. Selain itu, gedung tersebut telah disewa oleh Bank Mayapada sebagai kantor cabang untuk mendukung operasional perusahaan.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Menguat Sesi 1, JHSG Hari Ini Ditutup Lemah

(ayy/ayy)