liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Ini Bukti Nyata Telkom Rangkul Penyandang Disabilitas

Ini Bukti Nyata Telkom Rangkul Penyandang Disabilitas

Jakarta, CNBC Indonesia – Sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi nilai keberagaman dan inklusi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) juga memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember 2022.

Telkom menghormati segala perbedaan dan meyakini bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan yang sama, termasuk para penyandang disabilitas.

Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya program pemberdayaan berupa pelatihan TIK bagi difabel. Program ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas muda agar dapat digunakan untuk menggali potensi produktif mereka dan memahami keikutsertaan dalam kegiatan sosial dan budaya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Bekerja sama dengan SMK Telkom, program ini dilaksanakan dalam 2 tahap di seluruh Indonesia dengan total peserta 300 orang.

Materi yang diberikan kepada peserta dibagi menjadi 3 bagian yaitu Digital Marketing, Landing Page Design, dan Content Creator (fokus pada teknik dasar fotografi dan videografi), serta materi lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan peserta.

Direktur Human Capital Management Telkom Afriwandi berharap melalui program yang telah dijalankan, difabel dapat mengembangkan talenta digital masa depan untuk dapat memberikan kontribusi terbaik bagi negara.

“Pelaksanaan program dan penyediaan lingkungan kerja yang ramah bagi penyandang disabilitas akan selalu menjadi perhatian Telkom dalam mewujudkan perusahaan yang inklusif. Ke depan, Telkom dan sinergi seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk membuka ruang yang lebih luas dalam meningkatkan partisipasi dan kontribusi penyandang disabilitas untuk mendukung kemajuan perusahaan…,” pungkas Afriwandi dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/12/2022).

Program ini sendiri sejalan dengan tema Hari Penyandang Disabilitas Internasional 2022 tahun ini yaitu “Solusi Transformatif untuk Pembangunan Inklusif: Peran Inovasi dalam Menghasilkan Dunia yang Dapat Diakses dan Berkeadilan”.

Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi digital telah banyak berperan dalam memberikan program-program terkait pemberdayaan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di lingkungan kerja.

Salah satu upaya Telkom dalam hal ini adalah menyediakan tempat kerja yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Kondisi Kerja Telkom dirancang untuk mengakomodir keberadaan karyawan dengan berbagai kondisi, termasuk karyawan dengan disabilitas.

Hingga saat ini, setidaknya ada 80 staf difabel yang tergabung dalam TelkomGroup yang terdiri dari penyandang disabilitas, tuli, buta, dan bisu. Telkom percaya bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi yang sama jika perusahaan dapat memberikan instrumen terbaik untuk mengasah kemampuannya.

Oleh karena itu, selain memiliki sarana dan fasilitas yang ramah difabel, Telkom juga menyediakan jalur rekrutmen bagi difabel dan memastikan learning curve yang baik dengan memulai program pengembangan bakat khusus bagi difabel.

Program kedua adalah awal pembelajaran bahasa isyarat melalui aplikasi I Can Hear And Talk (I-Chat). Inovasi ini telah dikembangkan oleh Telkom sejak tahun 2010 sebagai metode pembelajaran bahasa isyarat bagi penyandang tunarungu dan difabel atau masyarakat umum yang juga ingin belajar bahasa isyarat.

Hadirnya aplikasi I-Chat mengubah cara belajar bahasa isyarat yang konvensional menjadi modern dengan memanfaatkan keunggulan teknologi IT.

Dengan ini, belajar bahasa isyarat dapat dilakukan dengan mudah di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Aplikasi ini sudah disosialisasikan ke berbagai kota besar di Indonesia dan ke Sekolah Luar Biasa (SLB-B) disertai pemberian bantuan komputer kepada beberapa SLB-B terpilih.

Yang ketiga adalah Program Broadband Learning Center for Disability (BLC-D). Diawali oleh Komuniti Mata Hati (KMH), Telkom Wilayah 5 (Wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara) selalu mewujudkan inisiatif BLC-D untuk membantu penyandang disabilitas merasakan layanan digital sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Program ini merupakan fasilitas internet broadband dengan menggunakan layanan berkecepatan tinggi IndiHome yang disediakan di tempat khusus. Fasilitas yang disediakan digunakan oleh difabel untuk dapat memanfaatkan layanan internet dan fitur digital dengan tetap ramah.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

HUT ke-57, Telkom Hadirkan Funtastic Days 2022

(dpu/dpu)