liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Ini Dia Teknologi OpenAI yang Ada di Balik ChatGPT

Ini Dia Teknologi OpenAI yang Ada di Balik ChatGPT

Jakarta

Kemudian di media sosial menjadi viral Obrolan GPT, AI berdasarkan percakapan yang bisa ditanyakan tentang berbagai topik, mulai dari membuat rencana liburan hingga pidato presiden.

Di belakang ChatGPT adalah OpenAI, sebuah organisasi nirlaba yang melakukan penelitian kecerdasan buatan (AI). Lembaga ini melakukan penelitian di bidang AI dengan tujuan mempromosikan dan mengembangkan AI yang dapat bermanfaat bagi manusia.

OpenAI didirikan di San Francisco pada tahun 2015 oleh Elon Musk, Sam Altman, dan beberapa lainnya. Elon Musk tentu saja seorang selebritas dan tidak perlu diperkenalkan, sedangkan Altman adalah seorang pengusaha, investor, program, dan mantan presiden Y Combinator.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Para pendiri mengumpulkan USD 1 miliar untuk menjadi modal awal OpenAI. Elon sendiri akhirnya mengundurkan diri pada Februari 2018 namun tetap menjadi kontributor lembaga ini.

OpenAI terus menerima kontribusi finansial dari berbagai pihak, termasuk dana sebesar USD 1 miliar yang diberikan oleh Microsoft pada tahun 2019. Meski awalnya didirikan sebagai lembaga nirlaba, pada tahun 2019 OpenAI bertransformasi menjadi limited for-profit, dengan pengembalian maksimal 100x pada investasi.

Ada berbagai produk AI besutan OpenAI, selain ChatGPT yang akhirnya diumumkan ke publik setelah pertama kali diumumkan pada tahun 2020 dengan nama GPT-3, yaitu model bahasa yang dilatih menggunakan triliunan kata dari internet. Tujuan dari AI GPT-3 adalah untuk dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pengguna.

Selain itu ada juga OpenAI Five, sebuah program berbasis AI yang dibuat untuk menjadi “bot” dalam pertandingan Dota2 5vs5. Program tersebut pertama kali muncul pada tahun 2017, melawan seorang atlet profesional Dota2 bernama Dendi, dan berhasil memenangkan pertandingan tersebut.

Tujuan utama diciptakannya OpenAI Five tentu bukan hanya untuk melawan para atlet esports. Dota2 dipilih sebagai game yang kompleks, sehingga OpenAI melalui pembelajaran mesinnya dapat mempelajari ketidakpastian di dunia nyata, dan membangun sistem pemecahan masalah.

Bahkan, algoritme yang digunakan di OpenAI Five kemudian digunakan dalam pengembangan jaringan saraf lain untuk mengontrol lengan robot. Produk OpenAI lainnya termasuk Gym, RoboSumo, Debate Games, Dactyl, GPT, Music dan DALL-E, AI yang dapat membuat gambar dari perintah deskripsi teks.

ChatGPT yang baru dibuka untuk umum terbukti populer. Jumlah pendaftaran telah melewati 1 juta hanya dalam beberapa hari sejak dirilis.

Tonton Video “Helm Ini Membantu Petugas Pemadam Kebakaran Menyelamatkan Korban”
[Gambas:Video 20detik]

(asj/asj)