liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Inkubator Startup Kominfo, Pendaftar Tembus 10 Ribu

Inkubator Startup Kominfo, Pendaftar Tembus 10 Ribu

Jakarta

Studio Startup Indonesia Yang pertama (SSI) diadakan pada bulan September 2020, artinya sekarang sudah memasuki tahun ke-2. secara keseluruhan, perusahaan baru Ada 10.000 pemula yang telah mendaftar untuk program ini.

SSI merupakan program inkubasi startup yang dipimpin oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Seperti namanya — sebuah inkubator –, SSI bertujuan untuk membantu startup tahap awal agar produk mereka menjadi lebih matang dan selaras dengan pasar mereka.

Ada berbagai sesi pelatihan yang diadakan SSI, seperti Founder’s Camp, 1-on-1 Coaching dengan praktisi berpengalaman di lanskap startup Indonesia, hingga Milestone Day, di mana mereka dapat mempresentasikan profil bisnis dan pencapaian mereka selama mengikuti program SSI.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Selama dua tahun, SSI telah menerima lamaran dari total 10.160 start-up, dengan tingkat penerimaan rata-rata 0,79%. Jika dirinci lebih lanjut, tingkat penerimaan pada Batch 1 adalah 2,99%, Batch 2 (1,39%), Batch 3 (0,26%), Batch 4 (1,26%) dan Batch 5 (1%).

Tidak hanya jumlah pelamar startup yang banyak, kini terdapat lebih dari 100 trainer di SSI, dengan berbagai latar belakang yang berbeda, mulai dari founder, eksekutif, hingga praktisi startup. Pada Batch 1 sebanyak 40 pelatih, Batch 2 sebanyak 60 orang, Batch 3 sebanyak 70 orang, Batch 4 sebanyak 59 orang, dan Batch 5 sebanyak 89 orang pelatih.

Banyaknya jumlah trainer ini sejalan dengan konsep SSI “More Brainstorming, Less Classroom”, yang berfokus pada pemberian pengetahuan dan wawasan praktis, serta fokus pada bimbingan dan pendampingan langsung dari para praktisi terkemuka di industri startup.

Menurut data, sektor start up yang mendominasi pendaftaran SSI sejak tahun pertama adalah pendidikan (24,9%), kesehatan (11,6%) dan pariwisata (9,6%). Selain itu, ada pula 37,8% pangsa startup yang bergerak di berbagai sektor (lainnya).

Dari lima kali penyelenggaraan, dewan kurator SSI yang terdiri dari pakar dan pelaku startup serta perusahaan modal ventura telah mengidentifikasi empat tantangan utama yang dihadapi startup tahap awal di Indonesia.

Faktor yang paling utama adalah faktor diferensiasi (69%), dimana perusahaan startup belum memiliki point of excellence dibandingkan kompetitor lokal & global, atau menghadapi kesulitan dalam membentuk produk yang sesuai dengan karakteristik dan preferensi masyarakat Indonesia.

Selain itu, 3 dari 5 startup (60%) masih kesulitan mengidentifikasi target pasar dan pain point mereka, sehingga pertumbuhan bisnis terhambat (kurang dari 10% per bulan atau menunjukkan tren menurun).

Faktor lain yang sering menjadi kendala adalah track record pendiri. Lebih dari separuh startup (54%) dijalankan oleh para pendiri dengan sedikit/tanpa pengalaman di bidang teknologi/bisnis. Beberapa dari mereka juga tidak memiliki pola pikir kewirausahaan yang baik untuk membuat keputusan bisnis yang strategis.

Selain itu, 45% startup tahap awal beroperasi di sektor pasar yang belum matang, terlalu terspesialisasi, atau memiliki hambatan masuk yang tinggi, yang membutuhkan pendidikan pasar yang intensif. Hal ini akan mempersulit startup untuk meningkatkan dan mengembangkan lini bisnisnya. Faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan tim juri SSI dalam menentukan line-up finalis startup yang siap dibimbing.

Sampai dengan Batch 5 saat ini, program inkubasi SSI telah menghasilkan total 80 alumni pemula yang terus berkembang pesat pasca pelatihan. Tercatat, jumlah dana yang telah disalurkan untuk menginisiasi alumni SSI Batch 1-3 hingga Mei 2022 mencapai Rp 332,1 miliar.

Dari masing-masing kelompok, 30-40% berhasil mendapatkan dana awal setelah bergabung dengan SSI. Beberapa di antaranya adalah Keadilan dan Kepraktisan (SSI 01); Finku, Gajiku, Keyta, Zi.Care, Mentored, Powerbrain dan Fishlog (SSI 03). Sementara itu, Verihubs, Deal Sejuta Cita (SSI 02), Finku dan Sribuu (SSI 03) juga terpilih mewakili Indonesia dalam program inkubator bergengsi di Silicon Valley, Y Combinator.

Hingga saat ini, Startup Studio Indonesia membuka pendaftaran bagi para pendiri tahap awal untuk program angkatan ke-6 hingga 1 Februari 2023.

Tonton Video “Peringatan! Staf IT Darurat Indonesia”
[Gambas:Video 20detik]

(asj/fay)