liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS, Wall Street Cerah!

Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS, Wall Street Cerah!

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar saham Amerika Serikat (AS) cenderung menguat pada awal sesi perdagangan Kamis (1/12/2022), setelah rilis data ekonomi AS yang kuat.

Dow Jones turun 0,06% pada pembukaan menjadi 34.567,95. Sementara itu, indeks S&P 500 dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,26% dan 0,21%.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Pasar ekuitas cenderung lebih tinggi setelah rilis Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti Oktober 2022 sebesar 0,2%, yang berada di bawah perkiraan konsensus 0,3% menurut survei Dow Jones.

“Disengaja atau tidak, Powell mengirimkan pesan bahwa mengingat pengetatan yang telah terjadi, dia sekarang lebih fokus pada prospek pertumbuhan dan gambaran pekerjaan daripada menurunkan inflasi menjadi 2%,” kata Chris Senyek, kepala strategi investasi. di Penelitian Wolfe.

Kemarin juga menandai kemenangan pasar Wall Street, di mana Nasdaq melonjak 4,37% selama November 2022 dan menjadi kenaikan kedua berturut-turut. Kenaikan ini merupakan yang pertama kalinya sejak Desember 2021. Sementara itu, indeks S&P 500 dan Dow Jones masing-masing naik 5,38% dan 5,67%, menandai kenaikan dua bulan berturut-turut sejak Agustus 2021.

Fokus investor hari ini akan beralih ke klaim pengangguran menjelang laporan pekerjaan November 2022 yang sangat dinantikan. Laporan tersebut diharapkan dapat menjelaskan lebih banyak tentang pasar tenaga kerja, terlepas dari apakah itu telah surut atau tidak.

Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan 200.000 pekerjaan baru pada November 2022, turun dari 261.000 pada bulan sebelumnya. Mereka juga memperkirakan tingkat pengangguran akan tetap stabil di 3,7%.

TIM PENELITIAN CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Ayo! Wall Street Lemah di Pembukaan, Mengapa?

(maaf maaf)