liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Jokowi Ketar-Ketir, Amerika dan Eropa Resesi 2 Bulan Lagi!

Jokowi Was-was dengan China, Kenapa Nih?

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berulang kali menyebut kata “hati-hati” dalam pidatonya di Rapat Tahunan Bank Indonesia (BI) pada Rabu (30/11/2022). Berdasarkan catatan Tim Riset CNBC Indonesia, Jokowi mengucapkan kata tersebut sebanyak 9 kali dalam waktu 15 menit.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan, perekonomian global saat ini penuh dengan ketidakpastian. Untuk itu, Presiden meminta semua pihak waspada dan berhati-hati, meski harus tetap optimis.

“Oleh karena itu di tahun 2023 kita memang harus hati-hati. Saya setuju, kita harus optimis, tapi kita harus hati-hati dan waspada. Pertama, ekspor Indonesia tahun lalu melonjak tinggi tapi hati-hati tahun depan bisa turun. ,” kata Jokowi.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Ia mengingatkan, apa yang terjadi di China dan Uni Eropa saat ini juga harus menjadi perhatian.

China kini menghadapi masa ‘terkelam’ dalam hampir 5 dekade.

Jajak pendapat Reuters baru-baru ini terhadap 40 ekonom menunjukkan ekonomi China diperkirakan tumbuh 3,2% pada 2022, jauh di bawah target pemerintah sebesar 5,5%.

Jika tidak memperhitungkan tahun 2020, saat dunia dilanda pandemi penyakit akibat virus corona (Covid-19), pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) akan menjadi yang terendah sejak tahun 1976.

Sementara itu, Eropa diperkirakan akan mengalami resesi pada kuartal pertama tahun 2023, berdasarkan hasil survei para ekonom Reuters terbaru. Artinya, dalam dua bulan ke depan, Eropa akan mulai memasuki resesi jika ramalannya benar.

Median hasil survei menunjukkan bahwa kemungkinan resesi di zona euro adalah 78%, naik dari 70% pada survei Oktober lalu.

PDB pada kuartal IV 2022 diperkirakan akan berkontraksi sebesar 0,4%, begitu pula pada periode Januari-Maret 2022. Jadi secara teknis disebut resesi.

Tidak hanya China dan Eropa, Amerika Serikat juga akan mengikuti. Ekonom Bank of America memprediksi negara Paman Sam itu juga akan mengalami resesi pada kuartal pertama 2023, ketika PDB-nya akan berkontraksi sebesar 0,4%.

“Kabar buruknya, pada 2023, proses pengetatan moneter akan berdampak pada perekonomian,” kata ekonom Bank of America Savita Subramanian, seperti dilansir Business Insider, Rabu.

Sementara itu, investor ternama, Michael Burry, memperkirakan Amerika Serikat akan mengalami resesi selama beberapa tahun.

“Strategi apa yang bisa mengeluarkan kita dari resesi? Kekuatan apa yang bisa mengeluarkan kita? Tidak ada. Kita akan berada dalam resesi selama bertahun-tahun,” kata Burry di Twitter, seperti dilansir Business Insider.


Tanda-tanda perlambatan ekonomi AS mulai terlihat setelah bank sentral (The Fed) sangat agresif menaikkan suku bunga. Tingkat pengangguran naik menjadi 3,7% di bulan Oktober dari 3,5% di bulan sebelumnya.

Resesi dan perlambatan ekonomi yang dialami oleh para penggerak ekonomi dunia tentu akan berdampak pada negara lain termasuk Indonesia, setidaknya dari sisi ekspor.

China merupakan pasar ekspor terbesar Indonesia, nilainya dari Januari hingga Oktober mencapai US$ 51,5 miliar dan menyumbang 22,3 persen dari total ekspor.

Kemudian Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan pangsa pasar 10,4%. Nilainya pada periode yang sama mencapai US$ 24 miliar, dan nilai Uni Eropa sebesar US$ 18,1 miliar yang merupakan 7,85% dari total ekspor.

Jika ketiganya digabungkan, total ekspor mencapai lebih dari 40%. Maka sudah sepantasnya Jokowi mengingatkan tahun depan agar berhati-hati. Apalagi tidak hanya ketiga negara tersebut, negara lain juga akan mengalami hal yang sama sehingga tantangannya menjadi pahit.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Wow hebat! Jokowi Pastikan Pembiayaan Perdagangan Indonesia dengan China

(pap/pap)