liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Jokowi Was-was dengan China, Kenapa Nih?

Jokowi Was-was dengan China, Kenapa Nih?

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak waspada menghadapi situasi tahun depan. Meski harus optimis, menurutnya kehati-hatian juga diperlukan.

Pasalnya, Jokowi melihat ekspor Indonesia tahun depan akan turun, setelah tahun ini melonjak cukup tinggi.

“Hati-hati (ekspor) tahun depan bisa turun, karena masalah di China belum selesai,” kata Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022, Rabu (30/11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

China, kata Jokowi, masih berkutat dengan kebijakan zero-Covid. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi mereka akan mengalami penurunan. Kemudian, dia mengingatkan, ancaman resesi di Uni Eropa juga akan berdampak. Situasi yang sama juga akan terjadi di AS, karena Fed Funds Rate yang akan naik tajam akan membuat perekonomian negeri Paman Sam itu goyah.

Padahal, ekspor Indonesia ke AS, China, dan Eropa sangat besar. Sebagai catatan, total nilai perdagangan Indonesia-China pada 2021 mencapai US$124,34 miliar. Sedangkan nilai perdagangan Indonesia-AS hanya US$37,12 miliar pada 2021.

Karena itu, (Indonesia) harus hati-hati, kata Jokowi.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Setelah puluhan tahun, akhirnya RI tidak lagi ‘dijajah’ oleh China

(ha ha)