liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Kabar Buruk dari Inggris, Pelajar Asing Akan Dibatasi!

Kabar Buruk dari Inggris, Pelajar Asing Akan Dibatasi!

Jakarta, CNBC Indonesia – Kabar mengejutkan datang dari Inggris. Pasalnya, pemerintah Inggris akan membatasi mahasiswa asing di negaranya.

Badan Pusat Statistik Inggris merilis data imigran di negara tersebut yang mencapai 504.000 orang dan ini merupakan rekor baru, sehingga pemerintah berencana untuk mengurangi jumlah tersebut secara signifikan.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Salah satu langkah yang diambil adalah dengan membatasi masuknya mahasiswa asing ke dalam negeri.

Menurut laporan The Times yang dikutip CNBC International, para menteri Inggris diduga sedang mendiskusikan cara untuk mengurangi arus migran ke Inggris.

Rencananya Inggris hanya akan menerima pelajar atau mahasiswa yang bisa masuk ke universitas ternama di sana.

Selain itu, terdapat batasan jumlah anggota keluarga yang dapat dibawa saat mahasiswa asing masuk ke UK. Aturan ini akan berlaku untuk pelajar asing yang belum tinggal di Inggris.

Sekitar 1,1 juta orang tiba di Inggris hingga Juni 2022, dengan sekitar 560.000 orang beremigrasi pada periode yang sama, menurut Kantor Statistik Nasional.

Upaya ini tampaknya bertentangan dengan Strategi Pertumbuhan Internasional pemerintah dari tahun 2019, yang dirancang untuk meningkatkan jumlah pelajar internasional yang belajar di Inggris setiap tahun menjadi 600.000 pada tahun 2030.

Target tersebut dicapai pada tahun akademik 2020/21 ketika lebih dari 605.000 siswa non-Inggris mendaftar di pendidikan tinggi, menurut Badan Statistik Pendidikan Tinggi.

Mengutip situs resmi pemerintah, strategi tersebut awalnya dirancang untuk mendukung sektor pendidikan Inggris dalam mengakses peluang global.

Menteri Dalam Negeri Suella Braverman mengatakan tingkat migrasi telah menekan penyediaan akomodasi dan perumahan, kesehatan, pendidikan dan layanan publik lainnya.

“Kami harus memastikan bahwa kami memiliki pendekatan yang berkelanjutan, seimbang, dan terkontrol, itulah sebabnya kami terus meninjau kebijakan imigrasi kami,” kata Braverman, Sabtu (26/11/2022).

Menurutnya, ke depan yang menjadi prioritas adalah menangani peningkatan imigran ilegal dan menghentikan penyalahgunaan sistem.

Pemerintah Konservatif telah meluncurkan serangkaian inisiatif setelah berjanji untuk mengurangi migrasi ke Inggris dalam manifesto 2019, termasuk rencana kontroversial untuk mendeportasi migran ke Rwanda dan kesepakatan dengan Prancis untuk menargetkan migran ilegal di kapal kecil.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Pakar Militer: Putin Membangkitkan Raksasa Tidur

(ha ha)