liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Kemenkes Ungkap Covid-19 RI Masih Level 1 Transmisi Kelompok

Kemenkes Ungkap Covid-19 RI Masih Level 1 Transmisi Kelompok

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan, Indonesia masih level 1 transmisi komunitas atau transmisi kelompok. Hal ini menyusul bertambahnya kasus Covid-19 di RI akibat subvarian Omicron XBB.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Muhammad Syahril mengungkapkan, dalam sepekan terakhir tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan yang dibarengi dengan penurunan tren rawat inap.

“Dalam tujuh hari terakhir rata-rata 5.025 dan kemarin 1 Desember 4.977 turun 21,2 persen,” kata Syahril dalam keterangan resmi, Sabtu (3/12/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Begitu juga dengan kasus kematian, pekan lalu rata-rata harian 46 dengan CFR masih 2,4 persen. Rawat inap, BOR 10,9 persen, dan pada 1 Desember 2022 sebanyak 6.352. Jumlah yang dirawat rata-rata” minggu lalu 6.800 per hari dengan rata-rata BOR 11,6 persen,” ujarnya.

Hari Kasus Covid-19 RI Turun Lagi

Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan,

Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia hari ini, Sabtu (3/12/2022) sebanyak 3.655 orang, dengan 32 orang meninggal dunia.

Di antaranya, 86 merupakan kasus Penumpang Asing (PPLN), sedangkan 3.569 lainnya merupakan kasus penularan lokal.

Provinsi DKI Jakarta masih melaporkan kasus terbanyak dengan 1.441 konfirmasi positif.

Namun, jumlah kematian tertinggi dilaporkan di Jawa Tengah dengan 9 kasus dan Jawa Timur dengan 6 kasus.

Jumlah kasus positif hari ini menurun dibanding kemarin, Jumat (2/12/2022) dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif mencapai 4.179 dengan 37 kematian.

Hingga hari ini, sebanyak 203.707.513 orang di Indonesia telah menerima suntikan pertama vaksin Covid-19 dari target sebanyak 234.666.020 orang.

Tercatat 66.938.549 orang telah menerima suntikan ketiga alias booster pertama. Dan, 885.695 orang mendapat suntikan kedua alias second booster.

Tren Rawat Inap

Dijelaskan lebih lanjut, tren rawat inap di ruang isolasi per 1 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar 5,76 persen. Data terakhir kemarin, ada 5.750 pasien yang dirawat. Sedangkan data minggu sebelumnya, ada 6.152 pasien.

Kemudian mengenai trend perawatan di unit perawatan intensif, setiap hari ada 602 kasus yang dirawat, dan setiap hari dalam seminggu terakhir ada 649. Artinya ada penurunan sebesar 5,61 persen.

Meski terjadi penurunan kasus COVID-19, angka kematian akibat Covid-19 fluktuatif. Dari rata-rata mingguan sebanyak 46 orang, terjadi peningkatan sebanyak 54 orang pada 1 Desember 2022, disertai dengan kenaikan angka positif.

Kasus Covid-19 kini didominasi di Pulau Jawa dan Bali dengan proporsi kasus mencapai 90,63 persen. Sedangkan rasio kasus di luar Jawa dan Bali sebesar 9,3 persen.

Hingga 4 Oktober-21 November 2022, terdapat 17.442 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit dengan gejala sedang hingga kritis. Dimana 71 persen diantaranya belum mendapatkan suntikan vaksin booster untuk COVID-19.

Sebanyak 2.449 pasien meninggal dalam periode yang sama, dimana 82 persen di antaranya tidak mendapatkan vaksin penguat COVID-19. Kematian tertinggi ada pada kelompok lanjut usia (lansia) dan 50 persen tidak mendapatkan vaksinasi.

Ia meminta semua pihak bekerja sama untuk mempercepat Indonesia mencapai akhir pandemi, salah satunya bahu membahu untuk meningkatkan cakupan vaksin COVID-19.

“Upaya vaksinasi merupakan bagian dari upaya atau strategi kami untuk mencapai atau mengarah pada berakhirnya pandemi COVID-19,” jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Waspadai Gejala Covid Omicron BA.5 yang Muncul di Malam Hari

(dce/dce)