liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Lonceng Kematian Pabrik Tekstil RI, Pangkas 100.000 Orang

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemutusan hubungan kerja (PHK) masih berlangsung. Industri padat karya di negeri ini, termasuk tekstil dan produk tekstil (TPT) kini menjadi korban krisis yang melanda dunia.

Inflasi yang tinggi di negara tujuan ekspor memicu pengurangan dan pembatasan pesanan ke pabrik TPT di negara tersebut.

Akibatnya, terjadi penurunan kapasitas produksi. Hingga menyebabkan efisiensi pekerja, dengan merumahkan bahkan PHK.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“PHK masih terjadi,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Serat dan Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta kepada CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (3/12/2022).

“Pengurangan tenaga kerja sudah melebihi 100.000. Ada yang di-PHK, dikurangi jam kerja, pemutusan kontrak, bahkan di-PHK,” tambahnya.

Situasi ini, kata dia, terjadi di industri TPT dari hulu hingga hilir.

“(Lokasi) Jawa Barat dan Jawa Tengah,” kata Redma.

Gejala PHK ini sudah terjadi sejak bulan lalu. Redma mengatakan kapasitas produksi pabrik TPT terus berkurang bahkan hingga 50% dan dikhawatirkan akan berlanjut hingga 2023.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Penangkapan massal diprediksi akan terus berlanjut, sekitar 19.000 korban ada di sini

(des)