liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Matahari Mau Diredupkan Demi Selamatkan Bumi

Matahari Mau Diredupkan Demi Selamatkan Bumi

Jakarta

Ide ‘solar geoengineering’ atau menembakkan partikel stratosfer untuk mereduksi panas Matahari, telah lama dipandang sebagai upaya terakhir untuk mengatasi krisis iklim. Baru-baru ini, teknologi ini menjadi semakin serius.

Ya, semakin banyak ilmuwan yang mulai serius mempelajari kemungkinan itu, demikian dikutip The New Yorker detikINET.

Baru-baru ini, Gedung Putih mengumumkan rencana penelitian 5 tahun untuk mempelajari geoengineering, sebuah tanda bahwa ide tersebut bukan lagi fiksi ilmiah di tengah kenaikan suhu bumi yang cepat.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Bahkan dengan meminimalkan penggunaan bahan bakar fosil, manusia masih dalam bahaya. Perjanjian Paris, yang diadopsi oleh 196 negara, sepakat untuk mencoba membatasi pemanasan global hingga maksimum 1,5 derajat Celcius.

Tetapi mencapai target itu terbukti hampir mustahil. Tak pelak lagi, semakin banyak peneliti beralih ke penyelidikan geoengineering sebagai upaya potensial. Caranya, aerosol sulfur dioksida dilepaskan ke stratosfer untuk menurunkan suhu.

Meskipun ada konsensus di antara para ahli bahwa ada kemungkinan kuat partikel-partikel ini dapat mendinginkan permukaan, efek sampingnya masih belum diketahui, terutama dalam skala global.

Bahkan di awal tahun 2022, sekelompok ilmuwan meminta PBB untuk mengawasi teknologi tersebut. “Efeknya mungkin berbeda di setiap wilayah, sementara pendinginan buatan akan lebih berpengaruh di beberapa area daripada yang lain,” kata mereka.

“Ada juga ketidakpastian tentang dampak pola cuaca regional, pertanian dan kebutuhan dasar makanan dan minuman,” tambah mereka.

Namun, tekanannya meningkat. “Geoengineering sebagai solusi, akan menjadi satu-satunya pilihan terakhir jika kita sebagai komunitas global terus seperti ini,” kata Anote Tong, mantan presiden Kiribati, sebuah negara pulau kecil yang sangat terpengaruh oleh kenaikan permukaan laut.

Tonton Video “Momen Gerhana Matahari Sebagian Di Atas Menara Eiffel”
[Gambas:Video 20detik]

(fyk/fyk)