liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Mural Pra-Hispanik Berusia Seribu Tahun Ditemukan di Peru

Mural Pra-Hispanik Berusia Seribu Tahun Ditemukan di Peru


Jakarta

Setelah lebih dari satu abad menghilang, mural pra-Hispanik berskala besar telah ditemukan kembali di Peru utara. Penemuan mural bersejarah tersebut ditemukan oleh arkeolog dari Jerman dan sekelompok mahasiswa.

Dilansir AFP, Selasa (6/12/2022), seorang arkeolog dari University of Freiburg, Jerman, bernama Sam Ghavami. Dia menemukan kembali mural yang berusia sekitar 1.000 tahun.

Dalam hasil penelitiannya, ia percaya bahwa mural tersebut menggabungkan gaya orang Moche dan Lambayeque.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Berdasarkan sejarahnya, mural tersebut dikabarkan merupakan bagian dari kuil Huaca Pintada. Salah satu bagian mural diberi label ‘prosesi prajurit’ dan menampilkan dewa berbentuk burung.

Bukti terbaru tentang keberadaan mural pra-Hispanik berasal dari foto hitam-putih tahun 1916 yang diambil oleh etnolog Hans Heinrich Bruning. Dia tahu mural itu karena seorang perampok mencoba merampoknya.

Hans Heinrich Bruning mempelajari Moche dan segalanya mulai dari ritual hingga adat istiadat mereka. Ia juga mendokumentasikan hasil penelitiannya di sebuah museum di kota Lambayeque, Peru.

Sejak ahli etnologi memotret mural tersebut, tidak ada arkeolog yang berusaha menemukannya kembali. Sampai Ghavami pergi mencarinya lagi.

“Ghavami pergi mencarinya dan harus berjuang lama untuk mendapatkan izin dari keluarga pemilik tanah tempat mural itu ditemukan,” kata pernyataan AFP.

Dia juga menegaskan bahwa dia tidak sepenuhnya memahami gambar-gambar di mural bersejarah itu. “Namun tampaknya mural tersebut menghadirkan gagasan tentang hierarki sakral yang dibangun di sekitar pemujaan leluhur dan hubungan pribadi mereka dengan kekuatan alam,” katanya.

Dalam penemuannya, dia mengatakan mural berusia 1.000 tahun itu unik dalam sejarah seni mural di Peru.

Simak video “Melihat Mural Wayang Pancasila di Magelang”
[Gambas:Video 20detik]
(teh/dar)