liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Ngeri, Kecerdasan Buatan Lulus Ujian Hukum Universitas

Program AI China Bikin AS Khawatir

Jakarta

Sebuah program kecerdasan buatan bernama Claude, yang dikembangkan oleh firma riset AI Anthropic, berhasil lulus ujian hukum dan ekonomi di Universitas George Mason, AS. Ini semakin menjadi pertanda bahwa kecerdasan buatan semakin pintar dan sedikit menakutkan di saat yang bersamaan.

Seperti dikutip detikINET dari Futurisme, teknologi AI mengalami momen pertumbuhan dalam kemampuannya yang eksplosif dan dapat dieksploitasi. Saat ini yang paling populer tentu saja ChatGPT, namun ada juga yang tak kalah canggih seperti Claude.

Anthropic mulai menguji Claude secara diam-diam akhir tahun lalu, dan program tersebut telah dipuji sebagai saingan yang layak untuk ChatGPT, pembuat teks AI OpenAI yang telah menggemparkan internet.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Saat ini perusahaan masih membatasi akses publik terhadap AI-nya dan hanya mengujinya melalui sistem closed beta. Tentunya tidak menutup kemungkinan program ini akan digunakan secara luas.

Claude dikatakan memiliki akademisi yang mengesankan. Sebab, ia mampu mengungkapkan jawaban yang komprehensif dengan instruksi yang rumit dalam ujian yang dilakukan.

Misalnya, dalam salah satu soal ujian hukum, Claude dapat mengajukan proposal yang kredibel tentang cara mengubah undang-undang kekayaan intelektual. Jawabannya dianggap meyakinkan.

“Secara keseluruhan, tujuannya adalah untuk membuat undang-undang kekayaan intelektual tidak terlalu ketat dan memberikan lebih banyak pekerjaan kepada orang-orang dengan lebih cepat. Tetapi penting untuk mempertahankan beberapa insentif dan kompensasi bagi pembuat konten untuk jangka waktu terbatas,” tulis Claude.

Jadi beberapa orang menganggap Claude sebagai saingan yang layak untuk ChatGPT karena dia bisa menjawab dengan kredibel, terkadang lebih baik dari manusia.

Tonton Video “Helm Ini Membantu Petugas Pemadam Kebakaran Menyelamatkan Korban”
[Gambas:Video 20detik]

(fyk/fyk)