liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

PHK Massal Padahal Modal Berlimpah, Startup RI Terlalu Boros?

PHK Massal Padahal Modal Berlimpah, Startup RI Terlalu Boros?

Jakarta, CNBC Indonesia – Setiap startup memiliki banyak modal untuk membangun perusahaannya. Namun belakangan ini banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) startup, yang mempertanyakan kemampuan para founder startup dalam mengelola uang.

Vice President Aldi Investments MDI Ventures Adrian Hartanto menjelaskan menilai kemampuan founder dalam mengelola uang itu relatif. Karena tidak hanya para pendiri startup, para pemilik bisnis pada umumnya juga mengalami hal serupa.

“Mudah saja karena literasi keuangan kita memang rendah,” jelasnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (12/1/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Ia menjelaskan, pola pikir para pendiri startup tidak terbiasa memikirkan pengelolaan dan perencanaan keuangan. Sehingga ada kesan bahwa mereka tidak memahami hal ini.

“Tapi seperti dulu pola pikirnya tidak normal. Ujung-ujungnya mereka tidak mengerti, dari sudut pandang saya tidak normal,” kata Aldi.

Aldi juga menekankan pentingnya para pendiri startup memiliki kemampuan dasar dalam mengelola uang. Dari sudut pandangnya ia harus berinvestasi di perusahaan yang memiliki kecerdasan bisnis baik secara finansial maupun komersial.

Ini termasuk pengetahuan tentang model bisnis dan ketersediaan sumber daya dan pengelolaan sumber daya. Dari sudut pandang investor, para pendiri startup diharapkan mengetahui detailnya.

“Tidak hanya para pendiri startup, tetapi juga para pemilik bisnis relatif masih berkutat dengan ketajaman bisnis yang standar. Jadi ini pekerjaan rumah yang besar,” ujar Aldi.

Sementara itu, startup juga dikenal menawarkan gaji tinggi kepada karyawannya. Mengenai besarnya gaji, Aldi mengatakan tergantung demand and supply, yaitu besaran gaji yang diberikan kompetitor dan juga pasar.

Tergantung posisinya juga. Bagi perusahaan seperti teknologi, positioning produk memiliki hasil yang tinggi sejalan dengan kualitas.

“Mungkin banyak posisi seperti engineer, seperti kalau masuk dua digit bisa sampai 20 juta. Ini cukup agresif,” jelas Aldi.

“Sebenarnya, di industri, ini adalah satu digit yang cukup tinggi atau beberapa digital yang rendah, yang cukup standar.”

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Mantan Pendiri Startup Tak Berjualan di Pasar Kerja, Benarkah?