liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

PHK Ratusan Orang Lagi, Siapa Sebenarnya Pemilik JD.ID?

PHK Ratusan Orang Lagi, Siapa Sebenarnya Pemilik JD.ID?

Jakarta, CNBC Indonesia – JD.ID telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi sekitar 200 orang atau 30% dari total tenaga kerja.

Setya Yudha Indraswara, Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID, menjelaskan bahwa perusahaan harus melakukan langkah-langkah adaptif sebagai cara untuk menjawab tantangan perubahan bisnis belakangan ini.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Perusahaan perlu mengambil langkah-langkah adaptif untuk menghadapi tantangan perubahan bisnis yang pesat belakangan ini. Salah satu langkah yang dilakukan manajemen adalah melakukan streamlining agar perusahaan dapat terus bergerak dan beradaptasi dengan perubahan,” ujar Setya dalam tulisannya. keterangan resmi, Selasa (13/12/2022).

Lalu siapa pemilik JD.ID?

Bahkan, start-up JD.id mulai beroperasi di Indonesia pada November 2015. JD.ID lahir dari kemitraan antara Jingdong (JD.com) dan firma ekuitas asal Singapura, Provident Capital.

Provident bukanlah nama baru dalam industri ekuitas swasta atau perusahaan investasi. Di Indonesia, Capital Savings memiliki beberapa portofolio investasi.

Portofolio Provident Capital di Indonesia meliputi Tower Bersama Group, Merdeka Copper Gold, Provident Agro, JD.ID dan Provident Biofuels. Tiga nama perusahaan pertama adalah emiten di Bursa Efek Indonesia dan merupakan bagian dari grup Saratoga, yang didirikan oleh Edwin Soeryadjaja dan Sandiaga S. Uno.

Provident Capital juga terlibat dalam putaran pertama pendanaan Seri F Gojek yang dipimpin oleh Google, JD.com dan Tencent, serta beberapa investor lain termasuk Mitsubishi Corporation pada 2019.

Nama belakang Provident adalah Winato Kartono. Winato merupakan pemegang saham utama PT Provident Capital Indonesia yang sejak awal menjadi pemilik utama Provident.

Sebelumnya pada tahun 2017, Nikkei melaporkan Provident Capital Indonesia juga berpartisipasi dalam investasi untuk mendirikan perusahaan patungan, JD Thailand, dengan raksasa e-commerce China JD.com dan raksasa ritel Thailand Central.

Menurut sumber Nikkei, pendanaan awal perseroan sebesar US$ 500 juta, separuhnya dipenuhi oleh Central, sedangkan separuh lainnya merupakan joint venture antara JD.com, JD Finance, dan Provident Capital.

Capital Savings disebut memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$ 3 miliar dan berinvestasi di berbagai sektor, termasuk telekomunikasi, kelapa sawit, dan e-commerce.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

PHK startup terus bergulir, dari Mei hingga sekarang

(mij/mij)