liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Polri Masih Cari Cara Pulangkan Saifuddin Ibrahim & Jozeph Paul Zhang

Bareskrim Polri menyebut pemulangan tersangka penistaan agama yang berada di luar negeri, Saifuddin Ibrahim dan Jozeph Paul Zhang, terus diupayakan.

Jakarta, CNN Indonesia

Bareskrim Polri mengaku terus berupaya mendeportasi tersangka kasus ujaran kebencian dan penistaan ​​agama yang melarikan diri ke luar negeri.

Kapolri Jenderal Agus Andrianto mengatakan saat ini ada dua tersangka kasus penodaan agama yang masih dalam proses pemulangan ke Indonesia, yakni Saifuddin Ibrahim dan Jozeph Paul Zhang.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Agus mengatakan upaya mengembalikan mereka terhenti karena kasus penodaan agama tidak diakui dalam sistem hukum asing.

“Kita upayakan, tapi di sana tidak dilarang, tidak dilanggar, artinya tidak ada aturan hukum yang dilanggar jadi tidak boleh juga. Tapi dengan cara lain juga kita upayakan, Kadiv Hubinter upayakan,” terangnya. . kepada wartawan, Rabu (25/1).

Agus meminta masyarakat bersabar menunggu upaya yang dilakukan Polri. Dia berjanji, pihaknya akan terus mengambil pendekatan berbeda untuk memulangkan keduanya.

“Tunggu saja. Upaya penegakan hukum masih dilakukan. Yurisdiksinya berbeda. Di Amerika tidak dilarang,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar sebagai warga negara jangan terlalu cepat tersinggung dengan konten yang dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Jadi bangsa jangan mudah marah. Kalau sengaja, yang di luar (negeri) membesar-besarkan kita maka kita pemarah, kita bodoh,” ujarnya.

Satreskrim Polri telah menetapkan Saifuddin Ibrahim sebagai tersangka pada 30 Maret 2022. Saifuddin didakwa melanggar Pasal 45A ayat (1) dan Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik .

Dalam pasal tersebut, Saifuddin didakwa melakukan ujaran kebencian berbasis SARA, pencemaran nama baik, penodaan agama, laporan bohong, dan sengaja membuat ricuh di tengah masyarakat.

Kasus ini bermula setelah Saifuddin menyampaikan pengaduan terkait beberapa situasi kehidupan beragama di Indonesia kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melalui media sosial.

Ia juga menyinggung masalah kurikulum pesantren dan mengaitkannya dengan radikalisme, serta anjuran menghilangkan 300 unsur Alquran.

Sementara itu, Jozeph Paul Zhang menjadi tersangka pada April 2021. Dia didakwa atas dua artikel terkait konten yang dibuatnya di media sosial.

Pertama, Zhang dituding menggunakan pasal tersebut untuk menyebarkan informasi kebencian berdasarkan SARA sebagaimana tertuang dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Belakangan, polisi juga dijerat dengan pasal santet yang tertuang dalam Pasal 156a KUHP.

(tfq/wis)

[Gambas:Video CNN]