liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Pria Juga Bisa ‘Menopause Dini’, Ini 5 Gejala yang Patut Diwaspadai

Menopause tak cuma terjadi pada wanita, tapi juga pria. Simak beberapa ciri-ciri menopause pada pria yang perlu diwaspadai.

Jakarta, CNN Indonesia

Mati haid tidak hanya terjadi pada wanita, tetapi pria juga. Simak beberapa ciri menopause pada pria yang perlu diperhatikan.

Menopause pada pria dikenal dengan istilah andropause. Kondisi ini terjadi ketika kadar testosteron mulai menurun.

Menurut Mayo Clinic, kadar testosteron kebanyakan pria memuncak selama masa remaja dan awal masa dewasa. Setelah usia 30-40 tahun, kadar testosteron akan terus menurun sekitar 1 persen per tahun.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Lebih cepat dari itu, berarti Anda mengalami menopause dini.

Pada dasarnya menopause pada pria sedikit berbeda dengan yang biasanya terjadi pada wanita.

Pada wanita, menopause adalah bagian alami dari penuaan. Namun, hal yang sama tidak berlaku untuk menopause pria. Pasalnya, tidak semua pria lanjut usia mengalami penurunan kadar testosteron yang signifikan.

Selain itu, menopause pada wanita terjadi relatif cepat. Sedangkan pada pria, penurunan kadar testosteron bisa terjadi selama beberapa dekade.

Gejala Menopause Dini Pada Pria

Perubahan hormonal ini dapat menyebabkan perubahan fisik, emosional dan kognitif. Berikut beberapa gejala menopause dini pada pria, baik fisik maupun psikologis, dikutip dari Healthline.

1. Antusiasme yang berkurang

Testosteron memainkan peran penting dalam menjaga gairah seksual. Jika gairah Anda lebih rendah dari biasanya, Anda mungkin mengalami penurunan kadar testosteron.

Hati-hati, kadar testosteron rendah juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi.

2. Depresi

Ilustrasi. Depresi, salah satu gejala menopause pada pria. (iStock/Tero Vesalainen)

Testosteron juga mengontrol mood hari itu. Karena itu, jangan mengesampingkan testosteron rendah yang memicu suasana hati negatif seperti depresi.

Gejala umum depresi antara lain merasa sedih, hampa, cemas, mudah tersinggung, dan sering marah.

3. Lamban

Testosteron membantu tubuh mempertahankan tingkat energi pria. Andropause bisa membuat Anda merasa lebih lelah dari biasanya.

4. susah tidur

Kadar testosteron yang rendah juga dapat menyebabkan masalah tidur. Testosteron memainkan peran penting dalam mengatur pola tidur.

5. Perut besar

Kelebihan lemak perut bisa menjadi salah satu penyebab dan efek rendahnya kadar testosteron.

Testosteron membantu memperlambat penumpukan lemak di perut. Jika kadar testosteron Anda turun, Anda mungkin mengalami penumpukan lemak yang lebih besar di sekitar perut Anda.

Selain itu, ada juga beberapa gejala menopause dini lainnya pada pria. Berikut beberapa di antaranya:

– pembesaran payudara,
– kurang percaya diri,
– pelupa atau kesulitan mengingat sesuatu,
– mudah gugup,
– rambut berkurang atau tipis atau rambut tubuh.

(pantat)

[Gambas:Video CNN]