liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

RI Aman Saat Dunia Kacau Balau, Bankir: Jangan Takabur!

RI Aman Saat Dunia Kacau Balau, Bankir: Jangan Takabur!

Jakarta, CNBC Indonesia – Perbankan yang tergabung dalam Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) mengingatkan pemerintah untuk tidak lengah dalam menghadapi ancaman tekanan ekonomi global, meskipun perekonomian domestik relatif baik.

Wakil Ketua Umum Perbanas, Tigor M Siahaan mengatakan, perekonomian global masih dihantui berbagai tekanan, seperti krisis energi, krisis pangan, tensi geopolitik, dan inflasi yang tinggi, terutama di negara maju.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Tapi Indonesia sangat bagus dibandingkan dengan negara lain dari sisi inflasi, nilai tukar, pertumbuhan, jadi menurut kami optimis tapi agak hati-hati,” kata Tigor di kawasan Jakarta Convention Center, Rabu (30/11/2022).

Meski begitu, Tigor menegaskan, sikap hati-hati itu jangan sampai membuat pemerintah terlalu arogan dengan menganggap perekonomian Indonesia masih baik-baik saja. Pasalnya, dampak tekanan ekonomi global masih dapat menyebar melalui jalur perdagangan, dengan kinerja ekspor yang tertekan.

“Seperti kata Pak Presiden, kita tidak perlu sombong, kita perlu hati-hati, pertumbuhan ini perlu kita jaga. Inflasi ini kita jaga, demand dari segi ekonomi. Jadi kalau diambil rawat dengan baik, pertumbuhan tahun depan masih bisa lebih baik lagi,” ujar Tigor.

Menurut Tigor, kinerja ekspor sejauh ini masih cukup baik karena hingga Oktober 2022 pertumbuhannya masih sebesar 12,30% secara tahunan. Namun, dia mengingatkan, dengan situasi global saat ini, tidak ada yang bisa menjamin kinerja ekspor bisa terus tumbuh ke depan.

“Kami melihat sektor ekspor saat ini masih sangat bagus, tapi apakah akan sebanding dengan hari ini? Sekarang, mari kita lihat bagaimana harga minyak pangan dan komoditas lainnya,” kata Tigor.

Dari sisi perbankan, menurut Tigor masih optimistis tercermin dari proyeksi kredit perbankan oleh BI pada 2023 yang masih tumbuh di kisaran 10-12%. Keyakinan ini sebagian terjaga karena fokus pemerintah dalam melaksanakan kebijakan hilirisasi.

“Kami melihat positif bahwa hilirisasi dari tambang mineral justru memberikan nilai tambah yang sangat besar bagi kami. Ini modal kami untuk pertumbuhan yang baik,” ujar Tigor.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Terancam Badai Besar, Begini Kondisi Bank ke RI Insurance!

(mij/mij)