liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Rupiah Lunglai ke Rp14.965 per Dolar Jelang Rilis Data Ekonomi AS

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp14.965 per dolar AS pada Rabu (25/1) sore, melemah 77,5 poin atau minus 0,52 persen dari perdagangan sebelumnya.

Jakarta, CNNIndonesia

Nilai tukar rupiah ditutup dengan harga Rp14.965 per Dolar Amerika Rabu (25/1) sore. Mata uang Garuda melemah sebesar 77,5 poin atau minus 0,52 persen dari perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, kurs acuan Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah melemah di posisi Rp14.958 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak di zona merah. Yuan China melemah 0,25 persen, Korea Selatan menang minus 0,08 persen, dolar Hong Kong minus 0,03 persen, peso Filipina minus 0,37 persen dan yen Jepang minus 0,18 persen.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sementara dolar Singapura menguat 0,39 persen, rupee India menguat 0,09 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,46 persen.

Demikian pula, mayoritas mata uang negara maju juga melemah. Euro Eropa melemah 0,01 persen, franc Swiss kehilangan 0,13 persen, dolar Kanada kehilangan 0,04 persen dan pound Inggris kehilangan 0,09 persen. Dolar Australia menguat 0,79 persen.

Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berada di bawah tekanan dari aksi ambil untung jangka pendek dan kemunduran teknis. Ini karena investor mengambil untung menyusul kenaikan mendadak rupiah beberapa waktu lalu.

“Selain itu, investor juga menghindari risiko jelang rilis data ekonomi penting AS dan FOMC (Federal Open Market Committee Statement) pekan depan,” tambah Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Indeks dolar AS sendiri hanya menguat tipis hari ini.

[Gambas:Video CNN]

(mrh/dzu)