liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Sinyal Resesi Kian Kuat, Harga Minyak Ambrol 2%

Ambyar! Harga Minyak Jatuh Hampir 4%

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak mentah dunia jatuh di tengah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global dan karena peningkatan persediaan minyak AS yang lebih besar dari perkiraan.

Pada perdagangan Selasa (25/1/2023) harga minyak mentah Brent turun 2,3% menjadi US$86,13 per barel. Sedangkan light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$80,13 per barel, turun 1,8% dibandingkan posisi sebelumnya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN


Aktivitas bisnis di Amerika Serikat mengalami kontraksi selama tujuh bulan berturut-turut yang mengindikasikan kondisi ekonomi yang lesu.

“Ekonomi AS masih bisa bergulir dan beberapa pedagang energi tetap skeptis tentang seberapa cepat permintaan minyak mentah China akan pulih pada kuartal ini,” kata analis OANDA Edward Moya dalam sebuah catatan.

Persediaan minyak mentah naik sekitar 3,4 juta barel dalam pekan yang berakhir 20 Januari, menurut sumber pasar mengutip angka dari American Petroleum Institute pada Selasa. Itu tiga kali lipat perkiraan sekitar 1 juta dalam jajak pendapat Reuters sebelumnya pada hari Senin.

Sementara itu, JP Morgan Bank menaikkan perkiraan permintaan minyak mentah China tetapi mempertahankan perkiraannya untuk harga rata-rata 2023 sebesar $90 per barel untuk minyak mentah Brent.

“Dengan tidak adanya peristiwa geopolitik besar, akan sulit bagi minyak untuk menembus $100 pada tahun 2023 karena seharusnya ada lebih banyak pasokan daripada permintaan tahun ini,” katanya dalam sebuah catatan analis.

TIM PENELITIAN CNBC INDONESIA

Artikel Berikutnya

Bukan Kabar Baik, Harga Minyak Dunia Naik 5% Lagi

(ras/ras)