liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Tangga Nada Pentatonik Pelog dan Slendro, Ciri-Ciri, serta Contoh Lagu

Berdasarkan jenis nadanya, tangga nada pentatonik terdiri atas pelog dan slendro. Berikut pengertian, perbedaan, ciri-ciri, beserta contoh lagunya.

Jakarta, CNN Indonesia

Skala pentatonik adalah tanda nada yang menggunakan lima nada dasar. Berdasarkan jenis nadanya, tangga nada pentatonik terdiri dari dua pelog dan slendro.

Berikut pengertian tangga nada pentatonik pelog dan slendro, ciri-cirinya, beserta contoh lagunya.

Pentatonik berasal dari kata penta yang berarti lima dan nada yang berarti nada. Jadi, pengertian tangga nada pentatonik adalah tangga nada yang menggunakan lima nada dasar pada setiap oktafnya dan berasal dari tangga nada mayor.

Dikutip dari buku Seni Budaya Musik Kelas X/1 (2020), tangga nada pentatonik atau pentatonik ini identik digunakan dalam lagu daerah atau musik tradisional.

Misalnya pada musik yang dimainkan dengan alat musik tradisional Indonesia seperti gamelan Jawa, gamelan Sunda, gamelan Bali, Gambang Kromong, calung, dan sebagainya. Hal ini dikarenakan alat musik ini menghasilkan tangga nada pentatonis.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa tangga nada pentatonik diyakini sebagai tangga nada tertua di dunia.

Mengutip laman Britannica, tangga nada pentatonik merupakan tahap awal perkembangan musik seperti yang dapat ditemukan di sebagian besar musik dunia, mulai dari Yunani kuno, Eropa, hingga Asia Timur dan Tenggara.

Ada dua jenis tangga nada pentatonik, pelog dan slendro. Keduanya memiliki rentang nada dan karakteristik yang berbeda. Perbedaan tangga nada pentatonik pelog dan slendro akan terdengar jelas saat diperdengarkan dalam musik.

Ilustrasi. Alat musik dengan tangga nada pelog dan pentatonik slendro (iStockphoto/LuckyBusiness)

Skala Pentatonik Pelog

Tangga nada pentatonik pelog memiliki interval yang hampir sama dengan tangga nada diatonik yaitu 1-2-3-4-5-6-7-1 atau do-re-mi-fa-sol-la-si-do.

Namun yang digunakan hanya 5 nada dominan karena nada re (2) dan la (6) jarang digunakan. Jadi nada yang digunakan dalam pentatonik pelog adalah 1-3-4-5-7-1′ atau do-mi-fa-sol-si-do’ atau CEFGB-C’.

Omong-omong, tangga nada pentatonik pelog memiliki interval 2-½-1-2-½.

Ciri-ciri tangga nada pelog adalah tenang, damai, khusyuk, dan sakral.

Contoh lagu daerah yang menggunakan tangga nada pentatonik pelog adalah:

Botak-Bacul (Jawa Tengah) Suwe Ora Jamu (Jawa Tengah) Jamur (Jawa Tengah) Pitik Tukung (Jawa Tengah) Karatangan Pahlawan (Jawa Barat) Macepet-cepat (Bali) Ngusak Asing (Bali)

Skala Pentatonik Slendro

Tangga nada pentatonik slendro memiliki pola interval yang cukup seragam antara satu nada dengan nada berikutnya.

Tangga nada pentatonik slendro tidak memiliki not fa (4) dan si (7), sehingga urutan nadanya adalah 1-2-3-5-6-1′ atau do-re-mi-sol-la-do’ atau CDEGA-C’ .

Omong-omong, tangga nada pentatonik slendro memiliki interval 1-1-1½-1-1½

Ciri tangga nada pentatonik pelog adalah musiknya gembira, lincah, dan menggebu-gebu.

Contoh lagu daerah yang menggunakan tangga nada pentatonik slendro antara lain:

Cublak-Cublak Suweng (Jawa Tengah) Lir Ilir (Jawa Tengah) Te Kate Dipanah (Jawa Tengah) Cing Cangkeling (Jawa Barat) Kerraban Sape (Madura, Jawa Timur) Janger (Bali)

Demikian penjelasan tangga nada pelog dan slendro pentatonik. Semoga membantu.

(biaya)