liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

‘Tanpa Fiber Optik, Nggak Bakal Ada 5G’

'Tanpa Fiber Optik, Nggak Bakal Ada 5G'

Jakarta

Teknologi fiber optik memiliki peran penting dalam menghadirkan layanan 5G di Indonesia. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), tanpa serat optik tidak akan ada jaringan 5G.

Jaringan seluler generasi kelima baru pertama kali diperkenalkan ke publik pada pertengahan tahun 2021, dan saat ini sedang berusaha memperluas cakupannya, meskipun dalam lingkup terbatas.

“Fiber optik adalah masa depan kita, kita jangan bilang 5G dan apapun teknologi terbaru tanpa dukungan fiber optik tidak akan terjadi,” kata Dirjen SDPPI Kemenag. Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Rakornas Apjatel, Jakarta, Selasa (29/11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Kemudian Ismail menjelaskan jangkauan serat optik yang sudah digunakan di Indonesia yakni 350 ribu km di darat dan 150 ribu di laut. Artinya, total serat optik kita adalah 500 km, kata Ismail.

Jika dihitung nilai asetnya, Ismail mengungkapkan serat optik yang digunakan di darat bisa mencapai Rp 35 triliun dengan perhitungan Rp 10 juta per km. Sedangkan fiber optik di lautan bisa lebih mahal, mencapai Rp 50 juta per km, artinya total nilai asetnya Rp 75 triliun.

“Jadi bapak ibu kisaran aset di Apjatel Rp 110 triliun itu bukan jumlah yang kecil aset sebesar itu yang saya yakin akan terus berkembang, perkembangannya eksponensial bukan linier karena masih ada banyak. daerah (yang belum terjangkau fiber optik),” ujarnya.

Dirjen SDPPI memperkirakan baru 20% rumah tangga yang telah menggunakan teknologi ini di Indonesia, dimana masih ada 80% lainnya yang berpotensi untuk menggunakan serat optik.

Rapat Kerja Nasional Apjatel

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan tema Percepatan, Kerjasama dan Sinergi dalam Kedaulatan Transformasi Digital Indonesia.

Rakernas tahun ini didorong oleh pesatnya perkembangan teknologi digital yang semakin memberi ruang bagi pertumbuhan ekonomi digital di tanah air, dimana pemerintah mencanangkan program transformasi digital untuk mendorong pemanfaatan teknologi digital secara lebih luas.

Dalam implementasi transformasi digital, perlu didukung ketersediaan infrastruktur digital berkualitas yang merata di seluruh pelosok tanah air.

“Rapat Kerja Nasional Apjatel tahun ini fokus pada langkah-langkah yang perlu diambil dalam mendukung dan mewujudkan program transformasi digital tanah air,” kata Ketua Apjatel Jerry Siregar.

Simak Video “Ahli Smartphone, OPPO Reno8 Series 5G”
[Gambas:Video 20detik]

(agt/fyk)