liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Ternyata Ini Biang Kerok Harga BBM di RI Naik

Ternyata Ini Biang Kerok Harga BBM di RI Naik

Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah badan usaha penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Tanah Air, baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menaikkan harga BBM tanpa subsidi mulai 1 Desember 2022.

Keputusan ini diambil saat harga minyak mentah dunia mengalami tren penurunan. Bahkan, sudah di bawah US$ 80 per barel sejak pertengahan November 2022.

Mengutip data Refinitiv, harga minyak mentah Brent pada Rabu (30/11/2022) tercatat US$ 85,4 per barel, naik 2,8% dibandingkan hari sebelumnya. Light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) melonjak 3% menjadi US$ 80,55 per barel.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Apalagi, beberapa negara tetangga bahkan sudah menurunkan harga BBM.

Lantas, apa yang menyebabkan harga BBM di negara ini naik?

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai kenaikan harga BBM bukan subsidi domestik akibat melemahnya nilai tukar rupiah. Berdasarkan simulasi, ReforMiner menemukan bahwa penurunan Rp 150 setara dengan penurunan harga minyak sebesar US$ 1.

“Saya melihatnya lebih karena nilai tukar rupiah yang melemah. Jika harga minyak turun US$ 2, sedangkan nilai rupiah melemah Rp 300, maka tidak akan ada koordinasi harga BBM. Efeknya akan saling meniadakan. keluar, mendorong satu ke atas dan satu mendorong ke bawah dengan jumlah yang sama,” jelasnya. Komaidi kepada CNBC Indonesia, Kamis (12/1/2022).

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Subsidi yang akan resmi berlaku pada 1 Desember 2022. Tiga jenis BBM yang akan mengalami kenaikan harga antara lain Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen melakukan evaluasi harga produk BBM nonsubsidi secara berkala, yakni Pertamax Series dan Dex Series. Ini mengikuti tren harga rata-rata produksi minyak dunia yang mengacu pada Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus.

Menurutnya, evaluasi berkala ini dilakukan setiap bulan sesuai dengan tren harga rata-rata selama 25 hingga 24 hari sebelumnya.

“Mengacu pada rata-rata MOPS periode 25 Oktober hingga 24 November, Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian harga secara berkala untuk produk Pertamax Series dan Dex Series efektif 1 Desember,” jelas Irto kepada CNBC Indonesia, Kamis (12/1/2022). ).

Untuk harga Pertamax Turbo ada penyesuaian dari sebelumnya Rp 14.300 per liter, kini menjadi Rp 15.200 per liter, Dexlite dari sebelumnya Rp 18.000 per liter, menjadi Rp 18.300 per liter, dan Pertamina Dex dari sebelumnya Rp 18.000 per liter menjadi Rp 18.300 per liter. sebelumnya Rp 18.550 per liter, kini menjadi Rp 18.800 per liter.

Harga tersebut berlaku untuk daerah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5%, seperti di wilayah DKI Jakarta. Penetapan harga ini sejalan dengan Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Keputusan Menteri No. 62/K/12/MEM/2020 tentang penetapan harga JBU atau BBM tanpa subsidi.

“Kami pastikan harga ini merupakan harga yang kompetitif untuk kualitas yang kami berikan,” jelas Irto.

Sedangkan BBM Pertamax masih tertahan di harga Rp 12.500 per liter. Dia menilai harga Pertamax tidak berubah sesuai evaluasi dan perhitungan yang dilakukan, bahkan formula harga Pertamax masih ideal.

Tak hanya SPBU Pertamina, BP-AKR dan Shell juga menaikkan harga BBM per 1 Desember 2022.

Dari pantauan CNBC Indonesia di lapangan, khususnya di SPBU Shell di Cibubur, Depok, Jawa Barat, harga BBM yang dijual Shell semakin meningkat. Misalnya untuk bahan bakar tipe Super menjadi Rp 14.180 per liter dari sebelumnya Rp 13.550 per liter.

Selain itu, bahan bakar Shell V-Power juga naik menjadi Rp15.100 per liter dari sebelumnya Rp14.210 per liter. Sementara itu, bahan bakar Shell V-Power juga naik menjadi Rp19.180 per liter dari sebelumnya Rp18.840 per liter.

BP Indonesia juga menaikkan harga BBM BP 90 menjadi Rp14.050 per liter pada 1 Desember 2022 dari sebelumnya Rp13.460 per liter. Selain itu, BBM jenis BP 95 dipatok Rp 14.700 per liter dari sebelumnya Rp 14.190 per liter (Jawa Timur).

Untuk BBM jenis baru BP Indonesia yakni BP Ultimate juga dinaikkan menjadi Rp 15.100 per liter dari sebelumnya 14.210 per liter. Sedangkan BP Solar Rp 18.660 per liter dari sebelumnya Rp 18.380 per liter.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Dengar, ini kata Pertamina soal nasib harga Pertamax

(wow)