liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Tiba-tiba, Paus Sebut Sejarah PD II Berulang di Ukraina

Tiba-tiba, Paus Sebut Sejarah PD II Berulang di Ukraina

Jakarta, CNBC Indonesia – Paus Francis sekali lagi mengeluarkan pernyataan tentang perang Ukraina. Hal itu disampaikannya kepada para peziarah Polandia pada audiensi publik mingguan, Rabu (7/12/2022).

Kepala Gereja Katolik Roma itu membandingkan perang di Ukraina dengan operasi Nazi yang menewaskan sekitar dua juta orang, kebanyakan orang Yahudi, pada tahun-tahun pertama Perang Dunia II.

Francis menyoroti peringatan Operasi Reinhard baru-baru ini di Universitas Katolik Lublin, di Polandia. Ini adalah nama kode untuk operasi rahasia di wilayah pendudukan Polandia yang oleh Jerman disebut sebagai wilayah “Pemerintahan Umum”, yang meliputi apa yang sekarang disebut Ukraina.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Semoga ingatan akan peristiwa mengerikan ini membangkitkan niat dan tindakan semua orang,” katanya mengutip Reuters. Dia juga secara khusus menyebut operasi itu sebagai salah satu “pemusnahan”.

Di luar naskah, Paus menambahkan, “Dan sejarah berulang dengan sendirinya. Mari kita lihat sekarang apa yang terjadi di Ukraina.”

Sejak serangan dimulai pada bulan Februari, Fransiskus semakin lantang mengutuk tindakan Rusia terhadap Ukraina.

Bulan lalu, dia mengatakan warga Ukraina telah menderita “kematian agresi” dan membandingkan efek perang di Ukraina dengan “pembantaian mengerikan” tahun 1930-an, ketika pemimpin Soviet Josef Stalin menyebabkan kelaparan di negara itu.

Francis telah berulang kali menawarkan mediasi Vatikan untuk menyelesaikan konflik tersebut, tetapi kritiknya yang semakin meningkat terhadap Rusia membuat hal ini tidak mungkin dilakukan.

Dalam sebuah wawancara bulan lalu dengan majalah Jesuit America, Francis berbicara tentang kekejaman militer Rusia di Ukraina.

“Umumnya yang paling kejam adalah mereka yang berasal dari Rusia tapi bukan dari tradisi Rusia, seperti Chechnya, Buryati dan sebagainya. Sudah pasti negara Rusia menginvasi. Ini sangat jelas,” kata Francis. .

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyebut komentar itu “tidak Kristen” dan tidak bisa dipahami.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Nyata! Serangan Rusia Lemah di Ukraina, Apakah Putin Kalah?

(des)