liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Transisi ke Endemi, Menkes Beber Peluang Vaksin Covid Berbayar

Menkes Budi Gunadi Sadikin beberkan peluang vaksin Covid berbayar dan bisa dibeli di apotek serta RS, seperti vaksin influenza.

Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan peluang vaksinasi Covid-19 membayar di masa depan. Vaksinasi gratis diperkirakan hanya untuk mereka yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Peluang ini juga muncul ketika Kementerian Kesehatan menduga transisi dari pandemi menjadi endemik akan terjadi tahun ini.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Mungkin nanti kami kemas vaksinasi gratis di PBI dan vaksin dalam negeri saja,” kata Budi dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1).

“Sedangkan vaksin lain akan kami masukkan sebagai vaksin rutin seperti vaksin influenza. Toh harganya di kisaran US$5-US$10. Kalau saya lihat harga vaksin di dunia ya US$10. berarti masih di bawah Rp 200.000.”

Dalam menjelaskan strategi vaksinasi Covid-19 2023, ia menjelaskan masyarakat non-PBI dapat membeli vaksinnya melalui apotek dan rumah sakit pada umumnya.

Ini, kata Budi, sama dengan vaksinasi meningitis atau vaksin influenza yang biasa dilakukan di fasilitas kesehatan. Menurutnya, mekanisme ini akan memfokuskan beban negara kepada masyarakat kurang mampu.

“Oleh karena itu, beban negara akan dipusatkan pada orang miskin dan ini akan diakomodasi melalui mekanisme normal melalui PBI. Itu rencana kita ke depan,” ujar Budi.

Tak hanya itu, Budi mengatakan vaksin booster berikutnya mungkin perlu dilanjutkan setiap 6 atau 12 bulan sekali. Ia juga mencontohkan masyarakat tidak mampu membeli vaksin gratis karena dibiayai oleh pemerintah.

[Gambas:Video CNN]

Sedangkan masyarakat yang mampu dapat menggunakan vaksin berbayar.

“Lagipula sekarang harganya sekitar US$5-US$10 dolar, harga satu vaksin. Jadi kalau enam bulan sekali bagi masyarakat yang mampu, harusnya bisa,” jelasnya.

(pop/kris)