liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Tren Perkembangan Layanan Digital di Toko Ritel Offline

Tren Perkembangan Layanan Digital di Toko Ritel Offline

Jakarta

tren belanja online yang terjadi sekarang pandemi juga mempengaruhi pembelian offline di toko retail yang sedang berlangsung.

Menurut Zebra Technologies, konsumen mulai terbiasa dengan self-service karena sering menggunakan teknologi do-it-yourself (DIY) di toko-toko. Oleh karena itu, staf toko kini memiliki lebih banyak waktu untuk membantu konsumen.

Data ini diungkapkan oleh Zebra melalui Survei Pembeli Global Tahunan ke-15 yang dilakukan antara Juni dan Juli 2022, mengumpulkan masukan dari lebih dari 4.000 pembuat keputusan industri ritel, staf toko, dan konsumen di seluruh dunia, termasuk responden Asia Pasifik dari Australia, Tiongkok, India, Jepang, dan Baru Selandia.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Secara global, interaksi konsumen dengan solusi swalayan terus meningkat dengan hampir separuh konsumen menyatakan bahwa mereka telah menggunakan layanan checkout mandiri, dan hampir empat dari 10 telah menggunakan metode pembayaran tanpa uang tunai.

Tren serupa terjadi di Asia Pasifik, di mana layanan self-checkout digunakan oleh 47% konsumen, sementara 46% dari mereka yang disurvei lebih memilih menggunakan metode pembayaran nontunai.

Sebanyak 43% konsumen di seluruh dunia (50% di Asia Pasifik) yang disurvei mengatakan mereka lebih suka membayar menggunakan perangkat seluler atau smartphone. Lebih dari setengah (50% secara global, 48% di Asia Pasifik) lebih memilih checkout sendiri, sementara preferensi kasir yang dilayani oleh staf toko menurun (55% secara global, 51% di Asia Pasifik).

Mayoritas pengusaha ritel percaya layanan kasir menjadi kurang diperlukan dengan teknologi otomasi. Di seluruh dunia, hampir separuh pengecer melengkapi toko mereka, mengubah area pembayaran tradisional menjadi area pembayaran swalayan tanpa kontak.

Sentimen serupa terjadi di Asia Pasifik – 79% pengecer menganggap staf kasir tidak diperlukan, sementara 53% telah mengubah ruang toko menjadi area swalayan dan 52% menawarkan opsi layanan tanpa kontak.

Pemesanan seluler juga meningkat, dengan sekitar delapan dari 10 konsumen dan sembilan dari 10 milenial menggunakan cara tersebut, dan sekitar tujuh dari 10 konsumen berharap lebih banyak bisnis ritel menawarkan layanan tersebut.

“Setelah bertahun-tahun menganalisis konsumen, staf toko, dan pengusaha ritel, satu hal tetap sama – ritel terus berkembang pesat,” tambah Eric Ananda, Country Manager Zebra Technologies Indonesia, dalam keterangan yang diterima detikINET.

“Ketika pengecer melihat ke masa depan, penting bagi mereka untuk menggunakan otomatisasi cerdas dan menggandakan dukungan staf toko mereka untuk menyenangkan konsumen dan memenuhi permintaan mereka secara efektif,” katanya.

Tonton Video “Kenya Kering, Satwa Liar Terancam Punah!”
[Gambas:Video 20detik]

(asj/asj)