liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Viral Bola Piala Dunia 2022 Harus Di-charge Sebelum Tanding

Viral Bola Piala Dunia 2022 Harus Di-charge Sebelum Tanding

Jakarta

Acara meriah Piala Dunia Qatar 2022 juga terkejut dengan gambar viral yang ditampilkan Al Rihla, piala dunia sepak bola 2022 is charging alias mengisi daya seperti smartphone.

Ini memang pemandangan yang unik dan belum pernah terlihat sebelumnya di event sepak bola atau bahkan di olahraga apapun yang menggunakan bola. Bahkan sepak bola Al Rihla pun spesial sehingga perlakuannya juga berbeda.

Dalam foto yang viral tersebut, terlihat beberapa bola yang masih terbungkus plastik berkumpul di dekat colokan listrik dan dicas seperti smartphone. Salah satunya diunggah oleh akun Twitter @JoePompliano.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

[Gambas:Twitter]

Kamu pasti aneh, kenapa begitu? Mungkin belum banyak yang tahu, di dalam bola terdapat sensor yang diaktifkan oleh baterai yang harus terisi penuh untuk mengontrol permainan. Bola Piala Dunia 2022 ini benar-benar canggih. Al Rihla dilengkapi dengan sensor gerak 500Hz yang dikembangkan oleh KINEXON. Penyerapan sensor pada bola Piala Dunia 2022 benar-benar mengubah permainan di lapangan dan sangat membantu wasit, misalnya dalam kasus gol kontroversial antara Jepang vs Spanyol.

[Gambas:Twitter]

Dalam unggahan lainnya, akun Twitter @realkevin_koech menyebutkan bahwa bola Piala Dunia tersebut memiliki sensor Ultra Wideband (UWB) dan sensor Inertial Measurement Unit (IMU). Hal ini bertujuan untuk mendapatkan posisi dan pergerakan bola secara tiga dimensi.

Bola dapat memberikan informasi tentang lokasi, dampak, dan pergerakan setiap tendangan dan sundulan di lapangan dan juga menangkap kecepatan hingga 500 frame per detik. Sensor di dalam juga sangat penting dalam mengimplementasikan panggilan offside semi-otomatis. Inilah yang menyebabkan banyak gol dianulir. Piala Dunia 2022 akan menjadi yang pertama memasukkan teknologi ke dalam sepakbola itu sendiri.

Dikutip dari Daily Mail, Jumat (2/12/2022) Al Rihla dipasok oleh perusahaan barang olahraga Jerman, Adidas. Nama Al Rihla sendiri diambil dari bahasa arab yang berarti perjalanan.

Baterai untuk sensor di dalam bola berukuran kecil dan beratnya hanya 14 gram. Menurut Adidas, baterainya bisa bertahan selama enam jam dengan penggunaan aktif. Saat tidak digunakan, baterai bola bertahan hingga 18 hari.

Al Rihla Buatan Madiun dan Jadilah Bola Terbaik

Al Rihla resmi diperkenalkan sebagai bola resmi Piala Dunia 2022 pada 30 Maret 2022 dengan label merek Adidas. Meski tercatat sebagai pabrikan, Adidas mempercayakan Al Rihla buatan Indonesia, tepatnya di Madiun, Jawa Timur.

Dikutip dari detikfinance, Al Rihla diterbitkan oleh PT Global Way Indonesia (GWI) di Kabupaten Madiun. Website kemlu.go.id juga mencantumkan Al Rihla sebagai bola resmi Piala Dunia 2022 di Qatar diproduksi di Madiun.

Adidas mempercayakan Global Way untuk memproduksi bola. Perusahaan telah mengekspor bolanya ke Uni Emirat Arab, Jerman, Inggris, Amerika Serikat, dan Brasil.

Bola Piala Dunia 2022 juga dinilai sebagai yang terbaik dari segi aerodinamika berdasarkan hasil penelitian profesor fisika di University of Lynchburg, Amerika Serikat, John Eric Goff. Dikatakannya, bola buatan Madiun ini memiliki desain yang sangat bagus sehingga memiliki aerodinamika yang tinggi.

Tonton Video “Hari Pertama Kemewahan & Kontroversi di Qatar”
[Gambas:Video 20detik]

(rns/fay)