liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Virus Mirip COVID Ditemukan di China, Berpotensi Menular ke Manusia

Virus Mirip COVID Ditemukan di China, Berpotensi Menular ke Manusia

Jakarta

Virus serupa SARS-CoV-2 alasan COVID-19 ditemukan di Cina Selatan. Virus ini disebut-sebut berpotensi menginfeksi manusia. Nama virusnya adalah BtSY2.

Dikutip dari Daily Mail UK, virus tersebut ditemukan pada 1 dari 5 kelelawar di Provinsi Yunnan. Ilmuwan juga menghimbau untuk lebih berhati-hati dan menjaga kesehatan karena virus ini dapat bersifat patogen bagi manusia. Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Sun Yat-sen di Shenzhen, Institut Pengendalian Penyakit Endemik Yunnan dan Universitas Sydney. Penelitian ini telah dipublikasikan dan akan direview.

“Kami mengidentifikasi lima spesies virus yang mungkin patogen bagi manusia atau ternak, termasuk virus corona rekombinan mirip SARS yang terkait erat dengan SARS-CoV-2 dan SARS-CoV 50,” kata tim tersebut dalam makalah tersebut.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Studi kami menyoroti kejadian umum penularan antarspesies dan koinfeksi virus kelelawar, dan implikasi munculnya virus,” lanjutnya.

Untuk penelitian ini, para peneliti mengumpulkan sampel rektal dari 149 kelelawar individu yang mewakili 15 spesies, di enam kabupaten atau kota di provinsi Yunnan, China. RNA (asam nukleat yang ditemukan dalam sel hidup) diekstraksi dan diurutkan individu untuk setiap kelelawar.

Lebih mengkhawatirkan lagi, para peneliti mencatat frekuensi tinggi dari beberapa virus yang menginfeksi satu kelelawar pada satu waktu. Ini dapat menyebabkan virus bergabung kembali untuk membentuk patogen baru, menurut Profesor Jonathan Ball yang merupakan ahli virologi di University of Nottingham.

“Pesan utama yang harus ditarik adalah bahwa kelelawar dapat menampung banyak spesies virus yang berbeda, kadang-kadang pada waktu yang bersamaan,” kata Profesor Ball, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, kepada Telegraph.

Koinfeksi semacam itu, terutama dengan virus terkait seperti virus corona, memberikan kesempatan pada virus untuk bertukar informasi genetik penting, yang secara alami memunculkan varian baru.

Selain itu, BtSY2 juga memiliki ‘domain pengikat reseptor’. Ini adalah bagian penting dari protein lonjakan yang digunakan untuk menempel pada sel manusia.

“BtSY2 mungkin dapat menggunakan reseptor ACE2 manusia untuk masuk ke sel,” tambah tim tersebut.

ACE2 adalah reseptor di permukaan sel manusia yang berikatan SARS-CoV-2 dan membiarkannya masuk dan menginfeksi.

Provinsi Yunnan di Cina barat daya telah diidentifikasi sebagai hotspot spesies kelelawar dan virus yang dibawa oleh kelelawar. Beberapa virus patogen telah terdeteksi di sana, termasuk kerabat dekat SARS-CoV-2, seperti virus kelelawar RaTG1313 dan RpYN0614.

Tonton Video “Studi AS: Virus Covid-19 Dapat Menyerang Pusat Kognitif Otak”
[Gambas:Video 20detik]

(tanyakan/afr)