liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Wah, Anak Usaha Lippo Group Gugat Konsumen Meikarta Rp56 M

Pembeli Meikarta 'Serbu' Bank NOBU, Teriak Minta Uang Kembali

Jakarta, CNBC Indonesia – Anak usaha Lippo Group yang juga pengembang Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), mengajukan gugatan perdata senilai total Rp 56 miliar kepada 18 anggota Persatuan Masyarakat Peduli Konsumen (PKPKM) Meikarta. Sidang pertama gugatan itu akan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (24/1/2023), pukul 09.30 WIB.

Ketua PKPKM Aep Mulyana mengatakan, terdakwa dan seluruh pengurus akan hadir dalam sidang tersebut.

“PT MSU menggugat 18 pengguna Meikarta dengan total Rp 56 miliar dengan alasan pencemaran nama baik yang merugikan perusahaan,” kata Aep dalam keterangan tertulis.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Berdasarkan situs PN SIPP Jakarta Barat, gugatan ini didaftarkan dengan nomor perkara 1194/Pdt.G/2022/PN Jkt.Brt tanggal 23 Desember 2022 sebagaimana dilansir CNN Indonesia, ada empat permohonan yang diajukan oleh PT MSU selaku penggugat.

Pertama, mengabulkan permohonan penggugat untuk penyitaan agunan. Kedua, menentukan penyitaan barang jaminan atas semua harta benda tergugat, baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak.

Ketiga, memerintahkan tergugat untuk berhenti dan berhenti mengulangi setiap dan semua perbuatan, perbuatan dan pernyataan yang bersifat mencemarkan nama baik dan merusak nama baik dan nama baik penggugat. Keempat, menetapkan bahwa perintah ini bersifat segera dan harus dilaksanakan terlebih dahulu selama perkara a quo berlangsung sampai putusan mempunyai kekuatan hukum tetap/inkracht.

Kemudian, dalam pokok perkara, penggugat juga menuntut agar tergugat secara tanggung renteng untuk mengganti kerugian materiil akibat perbuatan melawan hukum senilai Rp44,1 miliar dan kerugian immateriil senilai Rp12 miliar. Selain itu, terdakwa juga wajib meminta maaf secara terbuka di 3 (tiga) surat kabar nasional setengah halaman, yaitu Kompas, Bisnis Indonesia dan Suara Pembaruan.

Selanjutnya, terdakwa juga diharuskan membuat surat resmi kepada Bank Nobu, DPR dan pihak-pihak lain yang dikunjungi terdakwa, yang menyatakan bahwa tuduhan yang dilontarkan adalah tuduhan palsu.

Kemudian, penggugat juga meminta kepada pengadilan untuk terlebih dahulu menetapkan sita agunan pada saat pemeriksaan tingkat pertama dan kemudian menyatakan sita agunan tersebut sah dan berharga dalam putusan akhir atas seluruh harta kekayaan penggugat.

“Menyatakan bahwa putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun ada upaya verzet, banding, atau kasasi (Uit Voerbaar Bij Voordaad),” bunyi petisi gugatan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Meikarta Gembira, Ini Official Feedback Lippo Cikarang (LPCK).

(miq/miq)